Poster horizontal Novocaine dari Paramount+ (Dok.paramountplus.com)
JawaPos.com - Terkadang kita merasa perlu menggunakan obat anestesi, pembuat mati rasa hingga pembius, untuk mematikan rasa pada area tubuh tertentu. Biasanya dokter-dokter menggunakannya dalam proses operasi hingga pengecekan area tubuh tertentu.
Dalam dunia kedokteran gigi dikenal obat bernama Novocaine, sebuah obat bius lokal untuk mematikan rasa atau menghilangkan rasa sakit selama prosedur.
Dilansir dari Cleveland Clinic, obat ini hanya akan mematikan rasa di area tertentu dan tidak akan membuat pasien kehilangan kesadaran. Obat ini bekerja dengan menghentikan syaraf-syaraf mengirimkan sinyal rasa nyeri ke otak kita.
Namun, obat seperti itu tidak dibutuhkan oleh Nathan Caine (Jack Quaid) dalam film Novocaine. Ia menderita congenital Insensitivity to pain with anhidrosis (CIPA), sebuah kondisi yang membuatnya tidak dapat merasakan rasa nyeri, sakit, suhu hingga tidak dapat berkeringat.
Kondisinya ini membuat Nathan tidak memiliki kepercayaan diri dan sangat berhati-hati terhadap sekitarnya. Ia bahkan hanya memiliki satu orang teman dari game online yang ia mainkan di waktu luangnya.
Sehari-hari Nathan memiliki rutinitas yang harus ia ikuti karena disabilitasnya. Ketika ia bekerja sebagai manajer asisten di koperasi kredit di San Diego, ia harus berhati-hati agar kondisinya tidak mengganggu pekerjaannya.
Ia harus mengingat angka suhu kopi yang ia minum agar ia tidak membakar lidahnya. Ia harus menutup ujung-ujung lancip semua alat tulisnya supaya ia tidak melukai dirinya. Ia juga harus ke toilet setiap tiga jam sekali agar kandung kemihnya tidak meledak.
Walaupun begitu, ia dapat bertemu dengan rekan kerjanya, Sherry Margrave (Amber Midthunder), yang menunjukkan ketertarikan secara romantis pada Nathan.
Akan tetapi Nathan sempat ragu-ragu untuk mendekatinya karena kondisinya dan kurangnya pengalaman berhubungan dengan perempuan.
Namun Sherry berhasil meyakinkan Nathan bahwa disabilitasnya adalah sesuatu yang keren dan tidak akan mengubah pikirannya mengenai Nathan. Keduanya pun akhirnya berpacaran.
Keesokannya, koperasi tempat mereka bekerja tiba-tiba diserang oleh sekelompok perampok bersenjata. Mereka tidak segan-segan membunuh kepala manajer dan bos Nathan, lalu membawa Sherry sebagai sandera.
Tidak terima pacarnya diculik dan menjadi sandera, tanpa berpikir panjang Nathan mencuri mobil polisi untuk mengikuti kendaraan para perampok. Berusaha untuk menyelamatkan pacarnya. Tapi ternyata ia malah mengikuti mobil yang salah.
Nathan harus berhadapan dengan perampok yang berbeda, Ben Clark (Evan Hengst), di sebuah dapur milik restoran. Dalam perkelahian tersebut, Nathan menembak Ben dengan pistol dan membunuhnya.
Nathan mengalami luka yang cukup berat akibat perkelahian tersebut. Namun karena kondisi yang dimiliki Nathan, ia sama sekali tidak kesakitan. Ia hanya merasa lelah karena kehilangan darah.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
