Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 September 2025 | 07.30 WIB

Sinopsis Film Novocaine (2025): Pahlawan Mati Rasa Datang untuk Menyelamatkan Pacarnya

Poster horizontal Novocaine dari Paramount+ (Dok.paramountplus.com)

JawaPos.com - Terkadang kita merasa perlu menggunakan obat anestesi, pembuat mati rasa hingga pembius, untuk mematikan rasa pada area tubuh tertentu. Biasanya dokter-dokter menggunakannya dalam proses operasi hingga pengecekan area tubuh tertentu. 

Dalam dunia kedokteran gigi dikenal obat bernama Novocaine, sebuah obat bius lokal untuk mematikan rasa atau menghilangkan rasa sakit selama prosedur. 

Dilansir dari Cleveland Clinic, obat ini hanya akan mematikan rasa di area tertentu dan tidak akan membuat pasien kehilangan kesadaran. Obat ini bekerja dengan menghentikan syaraf-syaraf mengirimkan sinyal rasa nyeri ke otak kita. 

Namun, obat seperti itu tidak dibutuhkan oleh Nathan Caine (Jack Quaid) dalam film Novocaine. Ia menderita congenital Insensitivity to pain with anhidrosis (CIPA), sebuah kondisi yang membuatnya tidak dapat merasakan rasa nyeri, sakit, suhu hingga tidak dapat berkeringat.

Kondisinya ini membuat Nathan tidak memiliki kepercayaan diri dan sangat berhati-hati terhadap sekitarnya. Ia bahkan hanya memiliki satu orang teman dari game online yang ia mainkan di waktu luangnya. 

Sehari-hari Nathan memiliki rutinitas yang harus ia ikuti karena disabilitasnya. Ketika ia bekerja sebagai manajer asisten di koperasi kredit di San Diego, ia harus berhati-hati agar kondisinya tidak mengganggu pekerjaannya. 

Ia harus mengingat angka suhu kopi yang ia minum agar ia tidak membakar lidahnya. Ia harus menutup ujung-ujung lancip semua alat tulisnya supaya ia tidak melukai dirinya. Ia juga harus ke toilet setiap tiga jam sekali agar kandung kemihnya tidak meledak. 

Walaupun begitu, ia dapat bertemu dengan rekan kerjanya, Sherry Margrave (Amber Midthunder), yang menunjukkan ketertarikan secara romantis pada Nathan. 

Akan tetapi Nathan sempat ragu-ragu untuk mendekatinya karena kondisinya dan kurangnya pengalaman berhubungan dengan perempuan. 

Namun Sherry berhasil meyakinkan Nathan bahwa disabilitasnya adalah sesuatu yang keren dan tidak akan mengubah pikirannya mengenai Nathan. Keduanya pun akhirnya berpacaran. 

Keesokannya, koperasi tempat mereka bekerja tiba-tiba diserang oleh sekelompok perampok bersenjata. Mereka tidak segan-segan membunuh kepala manajer dan bos Nathan, lalu membawa Sherry sebagai sandera. 

Tidak terima pacarnya diculik dan menjadi sandera, tanpa berpikir panjang Nathan mencuri mobil polisi untuk mengikuti kendaraan para perampok. Berusaha untuk menyelamatkan pacarnya. Tapi ternyata ia malah mengikuti mobil yang salah. 

Nathan harus berhadapan dengan perampok yang berbeda, Ben Clark (Evan Hengst), di sebuah dapur milik restoran. Dalam perkelahian tersebut, Nathan menembak Ben dengan pistol dan membunuhnya. 

Nathan mengalami luka yang cukup berat akibat perkelahian tersebut. Namun karena kondisi yang dimiliki Nathan, ia sama sekali tidak kesakitan. Ia hanya merasa lelah karena kehilangan darah. 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore