
Pertunjukan konser Gita Bahana Nusantara di Kota Tua sebelum tampil di Istana Merdeka. (Istimewa)
JawaPos.com - Gita Bahana Nusantara (GBN) akan tampil pada puncak perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 RI di Istana Merdeka dalam beberapa hari mendatang. Sebelum itu, GBN tampil di Pelataran Taman Fatahillah di kawasan Kota Tua, Jakarta, di hadapan ribuan penonton secara gratis pada akhir pekan lalu.
"Istilahnya mereka pemanasan dulu sebelum akhirnya nanti tampil di Istana Merdeka," kata Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan.
Konser Kemerdekaan Simfoni Delapan Dekade Gita Bahana Nusantara menampilkan kepiawaian sekitar 186 talenta muda Indonesia dari 30 provinsi. Mereka menjadi tim orkestra dan paduan suara tingkat nasional.
Menurut Fadli Zon, proses seleksi dilakukan secara berjenjang kerja sama antara Kementerian Kebudayaan dengan pemerintah daerah. Sampai akhirnya, mereka terpilih sekitar 186 orang untuk terlibat dalam gelaran konser orkestra yang pada puncaknya akan tampil di hadapan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka.
"Mereka yang terpilih adalah orang-orang terbaik dari berbagai daerah. Proses penyesuaiannya tidak sulit karena mereka punya talenta luar biasa," ungkapnya.
Pertunjukan orkestra Gita Bahana Nusantara (GBN) dibagi ke dalam empat sesi tematik yang masing-masing menyuguhkan nuansa dan pesan berbeda. Mulai dari patriotisme, semangat generasi muda, harapan masa depan, hingga persatuan dalam keberagaman.
Menariknya, turut tampil sebagai kejutan dalam gelaran konser di Kota Tua, Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha bersama GBN dengan membawakan lagu Diatas Awan.
Selain lagu Diatas Awan, turut dinyanyikan juga beberapa lagu bersama GBN. Diantaranya Woro Mustiko pada lagu Rangkaian Melati ciptaan R. Maladi dan Arima Norah. Lalu, hadir pula Prince Poetirayz solois cilik menyanyikan lagu Selalu Ada di Nadimu ciptaan Laleilmanino.
GBN sendiri membawakan lagu Indonesia Jiwaku ciptaan Guruh Soekarno Putra, Nusantara 5 ciptaan A. Riyanto, Lukisan Indonesia ciptaan Duhita Panca Tantra dan D. A., serta Medley Nusantara yang diaransemen oleh Purwa Caraka.
Tak hanya itu, GBN juga membawakan lagu O Indonesia karya Siddik Sitompul. Judul lagu tersebut merujuk pada Oh Indonesiaku yang diikutsertakan pada sayembara lagu Kebangsaan RI. Setelah akhirnya lagu Indonesia Raya karya W. R. Soperatman terpilih, seniman batak ini mengubah liriknya dan mengganti judulnya menjadi O Tana Batak.
Sementara itu, Guruh Soekarnoputra mengapresiasi pertunjukan Konser Kemerdekaan Gita Bahana Nusantara 2025 di Kota Tua secara gratis. Menurutnya, pelaksanaan konser GBN seharusnya memang diperluas jangkauannya supaya masyarakat Indonesia dapat menikmatinya lagu-lagu kebangsaan dengan mudah.
"Semoga kedepannya, masyarakat bisa mengapresiasi musik dan lagu kebangsaan Indonesia. Sehingga banyak generasi muda yang mengenal lagu kebangsaan," kata Guruh Soekarnoputra.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
