Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 Juni 2025 | 19.02 WIB

F1: Dua Setengah Jam Penuh Torsi, Tensi dan Ambisi

Adegan dalam F1 The Movie. (Istimewa) - Image

Adegan dalam F1 The Movie. (Istimewa)

JawaPos.com - Formula 1 tidak sesederhana perkara 20 pembalap tangguh saling adu kecepatan demi naik podium. Ada ratusan orang yang harus bersatu padu menyamakan frekuensi otak dan bekerja keras demi membawa prabrikan mobil balap mereka dikenal oleh seluruh dunia. Mulai dari pembalap di belakang kemudi, sejumlah teknisi yang bertugas merancang mobil tangguh, ahli taktik dan strategi, dan pengganti sparepart andal, semua harus menjadi satu kesatuan yang solid.

Kerumitan dunia ajang balap mobil paling prestisius di dunia ini bisa dieksekusi dan digambarkan dengan sangat baik dalam film berjudul F1 besutan sutradara Joseph Kosinski. Dibintangi oleh Brad Pitt, film berdurasi hampir 3 jam ini sukses menggambarkan betapa menegangkannya arena balap Formula 1.

F1 mengisahkan tentang Sonny Hayes (Brad Pitt), seorang eks pembalap Formula 1 yang terpaksa meninggalkan gelanggang balap tersebut akibat kecelakaan hebat yang dialaminya tiga dekade silam. Selepas dari dunia Formula 1, Hayes mengisi hari-harinya dengan menjadi sopir taksi, pembalap sewaan, dan penjudi.

Tanpa diduga, di suatu hari yang biasa, Hayes dihampiri oleh Ruben Cervantes (Javier Bardem) yang merupakan mantan rivalnya di arena balap. Cervantes, yang kini menjadi pemilik dari tim APXGP yang ikut serta berlaga di gelanggang Formula 1, mengajak Hayes untuk bergabung dengan timnya sebagai pembalap kedua untuk berpartner dengan pembalap muda Joshua Pearce (Damson Idris).

Sempat ragu karena trauma masa lalu dan usianya yang sudah tidak muda, Hayes akhirnya menyanggupi permintaan kawan lamanya itu.

Petualangan kedua Hayes di arena Formula 1 pun kembali dimulai.

Dengan jalan cerita yang generik, sangat sederhana dan cenderung tertebak, sutradara Joseph Kosinski seakan ingin fokus membawa penonton untuk merasakan sendiri tensi, torsi dan ambisi yang dirasakan oleh seorang pembalap mobil Formula 1.

F1 tidak hanya menawarkan visual yang memukau sebagai sebuah film, tapi juga memberikan pengetahuan umum bahwa dunia balap Formula 1 sangat jauh dari kata sederhana.

Ada alasan yang sangat kuat mengapa ajang olahraga mobil ini begitu mahal dan mewah, namun di saat yang sama bisa menjangkau seluruh kalangan. Joseph Kosinski bisa merangkum hal itu semua dalam durasi yang cukup lama, namun sama sekali tidak terasa membosankan.

Para lakon yang berperan di dalam F1 juga berhasil memerankan porsi mereka masing-masing dengan sangat pas.

Adu watak antara Brad Pitt dan Damson Idris sebagai dua pembalap dari generasi dan perangai yang berbeda juga ikut membuat film ini terasa begitu menegangkan.

Untuk para penggemar Formula 1, F1 juga menghadirkan easter eggs dengan menyertakan nama-nama tersohor dari olahraga ini. Sebut saja Lewis Hamilton, yang ikut menjadi produser dalam F1,  Max Verstappen, dan banyak lagi.

Secara keseluruhan, F1 adalah sebuah film yang sangat layak disaksikan, bahkan untuk orang-orang yang tidak mengerti atau menyukai dunia balap mobil sekalipun. 

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore