Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Maret 2025 | 19.06 WIB

Penjelasan Ending Snow White Live Action, Ini Bedanya dari Versi Animasi

Cuplikan Snow White live action. (Walt Disney) - Image

Cuplikan Snow White live action. (Walt Disney)

JawaPos.com – Adaptasi live-action Snow White dari Disney akhirnya tayang, dan seperti yang sudah diprediksi banyak orang, film ini menawarkan lebih dari sekadar pengulangan kisah klasik.

Di tangan sutradara Marc Webb dan dengan bintang Rachel Zegler serta Gal Gadot, cerita sang putri salju dirombak untuk generasi baru—tanpa menghilangkan sentuhan magis khas Disney.

Dilansir dari Screenrant, ending Snow White versi terbaru ini tetap setia pada garis besar cerita orisinal: sang Ratu jahat menyamar sebagai nenek tua, memberikan apel beracun pada Snow White, dan cinta sejati membangunkannya kembali.

Tapi yang membuat versi ini istimewa adalah bagaimana Snow kemudian menghadapi langsung sang Ratu dan merebut kembali kendali atas kerajaannya.

Jika di film animasi tahun 1937 Snow White hanya bangun dan "hidup bahagia selamanya" bersama pangeran, versi live-action memberi sang putri kekuatan untuk berdiri sendiri.

Setelah dibangkitkan oleh Jonathan, tokoh pendamping yang menggantikan posisi pangeran klasik, Snow White kembali ke istana dan secara publik menghadapi sang Ratu atas kejahatannya.

Dengan keberanian dan empatinya, Snow berhasil mempersatukan rakyat. Ia dinobatkan sebagai ratu yang adil—the fairest in the land, bukan hanya karena kecantikan fisiknya, tetapi karena sifatnya yang bijaksana dan penuh kasih. Ending-nya pun ditutup dengan pesta meriah dan nyanyian bahagia, membawa nuansa optimistis khas Disney.

Gal Gadot tampil memukau sebagai Ratu Jahat yang penuh obsesi pada kecantikan dan kekuasaan. Dalam versi baru ini, ia tidak tewas karena jatuh dari tebing seperti di animasi.

Sebaliknya, ia menghancurkan cermin ajaib dalam kemarahannya sendiri, dan hal itu justru membinasakannya—tubuhnya berubah menjadi abu dan terseret masuk ke dalam dimensi gelap yang tersembunyi di balik cermin.

Sekilas, penonton bisa melihat dunia lain di balik cermin, ruang magis misterius yang belum pernah dijelaskan sebelumnya. Momen ini menyiratkan bahwa dunia sihir Snow White jauh lebih luas dari yang tampak, membuka kemungkinan eksplorasi lebih jauh jika sekuel benar-benar dibuat.

Salah satu kejutan paling menyentuh di film ini datang dari Dopey. Karakter kurcaci yang selama ini tak pernah berbicara, akhirnya mengeluarkan suara untuk membela Snow White. Di akhir film, Dopey justru terungkap sebagai narator dari cerita ini, menyampaikan kisah Snow pada khalayak.

Para kurcaci pun ikut merayakan kemenangan Snow dan bergabung kembali ke masyarakat, setelah sekian lama menyendiri di hutan karena takut pada manusia. Ini menjadi penebusan dan akhir bahagia yang layak bagi mereka.

Film ini tidak secara langsung mengisyaratkan adanya sekuel, namun membuka cukup banyak ruang untuk pengembangan dunia. Tersirat adanya kerajaan lain di selatan dan sistem sihir yang belum sepenuhnya dijelaskan.

Jika Disney tertarik, masih banyak potensi cerita baru, termasuk konflik antar-kerajaan atau masa lalu sang Ratu dan sihirnya.

Namun secara naratif, Snow White berdiri kokoh sebagai film mandiri. Kisah ditutup dengan buku cerita yang menutup lembut—referensi langsung pada cara film animasi klasik membuka dan menutup ceritanya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore