Proses verifikasi identitas seseorang mengunakan Orb pada World. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Panggung musik Indonesia pada 2025 dimulai dengan sederet penampilan musisi internasional. Sayangnya, tingginya antusiasme masyarakat dan permintaan tiket konser mendatangkan masalah penipuan dan praktik curang penjualan tiket oleh calo.
Para oknum ini kerap menggunakan identitas samaran, seperti penyalahgunaan KTP orang lain, untuk mengelabui pembeli, serta rekening bank sementara untuk memproses transaksi.
Permasalahan lainnya adalah para calo tiket seringkali menggunakan bot untuk memborong tiket konser ketika penjualan dibuka dan menjualnya kembali dengan harga yang sangat tinggi. Praktik ini tak hanya merugikan para penggemar musik, tetapi juga berdampak pada para promotor acara.
Menjelang peringatan Hari Musik Nasional pada 9 Maret nanti, isu tentang akses tiket konser yang aman dan adil menjadi sangat relevan. Dengan canggihnya penipuan berbasis AI dan berkembangnya modus penipuan tiket konser. Rasanya, langkah keamanan seperti verifikasi email atau tes CAPTCHA tak lagi cukup.
Tools for Humanity, sebuah perusahaan teknologi global, menghadirkan teknologi Proof of Human (PoH) melalui World. Teknologi ini dirancang untuk memastikan bahwa hanya manusia asli (bukan bot) yang dapat membeli tiket konser.
Wafa Taftazani, General Manager Tools for Humanity Indonesia, mengatakan, Proof of Human bukan sekedar solusi teknologi, tetapi juga sebuah langkah nyata untuk membangun ekosistem digital yang lebih adil dan aman bagi semua orang, termasuk komunitas musik di Indonesia.
“Kami percaya bahwa dengan mengadopsi teknologi ini, para penggemar musik nantinya dapat terlindungi dari penipuan dan pada akhirnya mendukung pertumbuhan industri musik yang lebih sehat,” kata Wafa dalam keterangannya, Jumat (7/3).
Wafa menekankan, teknologi Proof of Human bisa menjadi kunci penting untuk melindungi penggemar musik dan bahkan menjaga integritas industri musik.
Dengan teknologi ini, para musisi bisa memastikan bahwa ketika mereka tampil, orang- orang yang mendapatkan tiket merupakan mereka yang benar-benar mengagumi dan mendukung musik mereka.
Sekilas mengenai teknologi ini, PoH mengintegrasikan langkah-langkah verifikasi yang mengharuskan pengguna membuktikan identitas mereka sebagai manusia asli secara anonim melalui verifikasi iris mata menggunakan Orb. Dengan demikian, hampir mustahil bagi pengguna internet untuk membuat akun media sosial palsu atau bot untuk membeli tiket.
Hal ini tentu tidak hanya akan melindungi para penggemar musik dari praktik percaloan dan penipuan tiket, tetapi juga memungkinkan penyelenggara atau promotor acara untuk mendapatkan data penjualan yang lebih akurat.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
