
Para pendaki menonton film Eva: Pendakian Terakhir. (Istimewa)
JawaPos.com-Sejumlah organisasi pencinta alam mulai turun gunung untuk menyaksikan film Eva: Pendakian Terakhir. Mereka ingin menyaksikan film yang diangkat dari kisah nyata seorang pendaki di Makassar yang menghilang di gunung selama beberapa hari.
Produser Eksekutif Eva Pendakian Terakhir, Anwar Mattawape, menyatakan itu di Makassar,. Menurutnya, para pendaki turun gunung sebab memiliki semangat yang sama untuk melestarikan lingkungan, khususnya kawasan pegunungan.
“Kami melihat turunnya para pendaki ini adalah indikasi dari kisah Eva yang diterima semua kalangan. Selama ini para pendaki memiliki banyak kisah dan pengalaman di pegunungan. Tapi kisah itu hanya disimpan sendiri. Melalui film Eva, mereka menemukan banyak kesamaan,” kata Anwar yang juga menjadi founder Mapala 09 Fakultas Teknik, Unhas.
Sesuai pantauan di media sosial, beberapa komunitas pendaki tiba-tiba turun gunung untuk menyaksikan Eva. Di antaranya adalah Komunitas Pendaki Urang Bandung yang mengajak semua relawan dan pendaki untuk menyaksikan film Eva di Bandung, Jawa Barat. Mereka memakai pakaian pencinta alam saat mendatangi bioskop.
“Kami juga mendapat konfirmasi dari beberapa komunitas pendaki dan pencinta alam. Selain komunitas pendaki di Makassar, ada juga pencinta alam dari kampus Universitas Indonesia, Pekanbaru, Bandung, Denpasar, dan beberapa daerah lainnya,” kata pria yang berlatar sebagai pengusaha dan menjadi founder dari Titah Group ini.
Anwar juga mengonfirmasi, pihaknya masih membuka giveaway selama tayang di bioskop. Pihak production house film Eva Pendakian Terakhir yakni Citra Visual Sinema (CVS) dan Titah Entertainment menggelar Give Away sebagai apresiasi untuk penonton.
Tak tanggung-tanggung, pihak Eva memberikan apresiasi berupa uang tunai senilai total Rp 50 juta. Masing-masing Rp 1 juta untuk 50 pemenang.
"Kami menantang para penonton dengan games berhadiah, senilai 1 juta rupiah untuk 50 pemenang yang memposting fotonya mengenakan pakaian ala pendaki dan penggiat alam bebas sambil memegang tiket di dalam bioskop," kata Anwar.
Film Eva: Pendakian Terakhir tidak saja menawarkan genre horor. Film ini memiliki pesan-pesan penting untuk menjaga kearifan alam dan lingkungan. Seorang pendaki bernama Loly mengatakan, film ini membawa pesan penting untuk tidak bertindak sesukanya saat berada di alam.
“Pesan penting yang dibawa dalah kita tidak boleh memperlakukan alam sebagai obyek. Kita tidak boleh buang air sembarangan. Bahkan pendaki perempuan tidak boleh mendaki saat sedang datang bulan. Sebab bisa membawa risiko hadirnya binatang buas,” katanya saat ditemui di Makassar.
Anwar menjelaskan, dalam film Eva, ada ekspresi jari telunjuk di depan bibir. Para pendaki melihat itu sebagai kode budaya agar kita tidak gaduh di alam. Sebagai tamu, yang menjelajah alam, kita lebih baik mendengarkan suara-suara alam, tanpa melakukan perusakan.
“Ingin tahu lebih banyak tentang film Eva? Datang ke bioskop. Tonton filmnya. Serap pesan-pesannya. Lalu, menangkan hadiahnya,” papar dia. (*)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
