Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 November 2023 | 14.40 WIB

Review 'Anatomy of a Fall', Jangan Sampai Lewatkan Salah Satu Film Terbaik Tahun Ini

Ketika kepercayaan dan cinta berbenturan, apakah yang akan dipilih Daniel? (sumber: Les Film Pelleas - Les Film de Pierre) - Image

Ketika kepercayaan dan cinta berbenturan, apakah yang akan dipilih Daniel? (sumber: Les Film Pelleas - Les Film de Pierre)

JawaPos.com - Setelah berhasil meraih penghargaan Palme d'Or, penghargaan puncak di Festival Film Cannes 2023. "Anatomy of a Fall" kini tengah diputar di bioskop, menjanjikan penonton pengalaman tak terlupakan.

Film ini menjadi sorotan karena menyajikan misteri pembunuhan yang memukau, namun sebenarnya mengungkap anatomi forensik dari suatu pernikahan.

Kisahnya memaparkan peradilan seorang istri yang dituduh membunuh suaminya, menggambarkan dramatisasi yang memikat.

Dilansir dari media abcnews, Kamis (16/11), berikut ulasannya.

Pentas akting Sandra Hüller, yang sebelumnya mencuri perhatian lewat "Toni Erdmann," kembali menakjubkan.

Dalam "Anatomy of a Fall," dia memancarkan kegemilangan melalui penampilan dramatisnya, membuatnya menjadi kandidat kuat untuk meraih gelar Aktris Terbaik di Oscar.

Ketajaman perannya semakin mengesankan, mengingat kebrilianan Sandra sebagai istri Jerman, Samuel, dan ibu dari Daniel, anak berusia 11 tahun yang kehilangan sebagian penglihatannya akibat kecelakaan di bawah pengawasan ayahnya yang berasal dari Prancis, yakni Samuel Theis.

Berlokasi di sebuah chalet di Pegunungan Alpen Prancis, tempat tinggal keluarga tersebut setelah bermigrasi dari London, film ini mengungkapkan ketegangan antara pasangan suami istri dimana keduanya merupakan penulis yang menggali detail kehidupan pribadi mereka untuk karya.

Di lantai bawah, Sandra tengah diwawancarai oleh seorang jurnalis, sementara di lantai atas, Samuel menciptakan suasana dengan memainkan sampul baja dari lagu "PIMP" karya 50 Cent.

Momen wawancara terputus ketika Sandra beristirahat untuk tidur siang, sementara putranya bersama dengan anjingnya, Snoop, border collie yang pintar dan memenangkan penghargaan di Cannes atas penampilan terbaiknya dalam kategori hewan.

Saat kembali ke chalet, Daniel dan Snoop menemukan tubuh berdarah Samuel di salju. Misteri pun muncul: apakah dia jatuh hingga tewas dari lantai atas, didorong, atau bahkan melakukan bunuh diri?

Justine Triet, sutradara yang mengarahkan tarian penuh kecerdasan pedas dan kejutan gravitasi ini, secara brilian menggambarkan ketiga kemungkinan serta segala nuansa seksual dan psikologis yang terkandung di dalamnya.

Film ini tidak hanya mengungkapkan realitas perselingkuhan dan keterbatasan biseksual seorang ibu, tetapi juga menyibak bias gender yang mungkin muncul ketika seorang wanita menghadapi keputusan sulit.

Keputusan penyutradaraan yang diambil oleh Triet terasa sangat tepat, mulai dari visual yang kuat yang diabadikan oleh Simon Beaufils, penyuntingan tajam yang dikerjakan oleh Laurent Sénéchal, hingga catatan anggun yang meresapi setiap pertunjukan.

Keterlibatan Triet dalam penulisan naskah yang berani, bersama dengan Arthur Harari, mitra seni dan kehidupannya, juga memainkan peran penting dalam membentuk keberhasilan film ini.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore