Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 April 2022 | 01.48 WIB

Morbius, Vampir Super dari Marvel, Efek Visual Apik Tapi Plot Tanggung

Cuplikan Morbius. (Columbia Pictures) - Image

Cuplikan Morbius. (Columbia Pictures)

Gangguan darah langka membawa Michael Morbius ke banyak hal di luar bayangannya. Penyakit itu menjadikannya penerima Penghargaan Novel. Michael pun berubah: dari pria lemah, menjadi vampir haus darah berkekuatan super.

---

MICHAEL Morbius punya masa kecil yang tak menyenangkan. Karena gangguan darah langka, dia menghabiskan waktunya di rumah sakit kecil di Yunani. Dia diasuh dan ditangani Nicholas (Jared Harris), dokter sekaligus ayahnya. Di usia 10 tahun, Michael punya satu teman. Adik sambung bernama Lucien –yang lebih sering dipanggilnya Milo– yang begitu mengaguminya.

Dua puluh lima tahun berlalu. Michael (Jared Leto), yang dikirim Nicholas untuk bersekolah di Amerika Serikat, menjadi penemu darah sintetis. Risetnya itu tak lain lahir dari penyakitnya, yang memaksanya mendapat transfusi tiga kantong darah per hari. Keberhasilan itu membuatnya jadi penerima Penghargaan Nobel, yang ditolak Michael begitu saja. Sementara itu, Lucien (Matt Smith) yang diasuh Nicholas kini menjadi miliarder.

Michael belum puas. Dia dan ilmuwan Martine Bancroft (Adria Arjona), kekasihnya, melakukan penelitian ilegal. Michael menggunakan DNA kelelawar vampir dari hutan Amazon untuk mengobati penyakitnya. Mereka melakukan eksperimen tertutup di kapal kargo di perairan internasional. Mutasi vampir yang diharapkan terjadi. Dia berhasil pulih, bahkan menjadi sosok berkekuatan super.

Namun, transformasi Michael tak mulus. Di awal, dia gagal mengendalikan diri dan mengisap habis seluruh darah kru kapal. Tim FBI pun mulai mencurigai Michael, satu-satunya orang yang selamat di kapal kargo tersebut. Keberhasilan itu pun jadi pedang bermata dua. Meski sembuh, kini Michael menjadi ketergantungan terhadap darah. Tanpa darah, dia menjadi sosok vampir haus darah.

Keberhasilan tersebut membuat Milo iri. Dia nekat mencuri DNA kelelawar dan menyuntikkan. Mutasi, lagi-lagi, berhasil. Namun, sang adik gagal menahan diri. Dia menyerang dan mengisap darah setiap orang yang ditemuinya. Korban Milo yang semakin banyak membuat Michael tersudut. Dia menjadi target operasi FBI. Kini Michael pun harus menghadapi musuh terbesarnya: adiknya sendiri.

Morbius punya kombinasi cerita yang unik. Cerita karakter milik Marvel itu menggabungkan antara tokoh vampir super dengan ciri khas haus darahnya dan kisah romansa, horor, serta aksi laga ala film superhero. Akting Leto dan Smith sebagai dua vampir, rival, serta kakak adik patut mendapat pujian. Sayang, hal itu tidak didukung dengan bangunan cerita yang rapi dan masuk akal.

Espinosa gagal menceritakan perubahan hubungan Michael-Milo. Kisah cinta Michael dan Martine pun seakan-akan ditulis seadanya. Satu-satunya hal yang memukau dari Morbius adalah visual yang mantap. Meski terlalu banyak ’’menebar” efek bullet time yang kuno, tim efek visual berhasil menghadirkan transformasi manusia ke vampir, plus adegan pertarungan yang halus.

Di laman Rotten Tomatoes, Morbius ’’habis’’ dikritik. Skornya hanya 16 persen. ’’Dikutuk dengan efek yang membosankan, performa yang seperti robot, dan cerita yang nyaris tak masuk akal; kisah karut-marut ini adalah upaya asal-asalan untuk menggarap Morbius,’’ tulis laman itu di konsensus kritikus.

TRIVIA

• Sutradara Daniel Espinosa terinspirasi permainan cahaya dan gaya bertarung ala monster di Pokemon dalam menggambarkan kekuatan Morbius.

• Espinosa mengonfirmasi, Morbius ada di linimasa dan jagat yang sama dengan Venom. Namun, dia enggan membahas keterkaitan filmnya dengan Spider-Man.

• Matt Smith, pemeran Milo, mengaku banyak menonton film vampir untuk mendapatkan inspirasi tokohnya.

• Jared Leto berharap Morbius bisa berhadapan dengan Iron Man (Robert Downey Jr) atau Venom (Tom Hardy), yang menurutnya lebih ’’terjangkau’’.

• Dalam memerankan tokoh Bancroft, Arjona menyatakan terinspirasi sosok politikus dan aktivis Alexandria Ocasio-Cortez atau AOC.

• Untuk menggambarkan transformasi Morbius ke versi vampir, tim efek visual menggunakan teknologi motion capture.

CATATAN

Ada dua post-credits dengan jarak yang berdekatan seusai film. Dua cuplikan itu cukup panjang dan masih terkait dengan jagat Spider-Man Sony-Marvel.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore