
Photo
JawaPos.com - Pilihan menonton film kesukaan yang paling memungkinkan di tengah pandemi seperti sekarang adalah melalui layanan aplikasi streaming. Karena dengan sampai saat ini bioskop di tanah air belum juga dibuka untuk menekan penyebaran virus korona.
Klik Film menghadirkan 7 film terbaru yang bisa dinikmati via layanan streaming di bulan Agustus 2020. Ketujuh film tersebut adalah film yang belum diputar di bioskop dan belum ada dalam layanan streaming mana pun.
Film-film itu memiliki ragam genre mulai dari drama, horor, laga sampai animasi. Ketujuh film tersebut diantaranya; 32 Malasana Street, Fast Color, The Other Side of Heaven 2, Murderous Trance, Thunderbird, The Wave, dan Shao Nian Yue Fei.
Frederica selaku Direktur Klik Film mengatakan bahwa film-film itu bisa ditayangkan setelah berhasil melewati tahapan proses kurasi dan dianggap sebagai film berkualitas. Film tersebut sengaja dihadirkan untuk memberikan tontonan dan hiburan menarik buat masyarakat khusus para pecinta film di tanah air.
"Tujuh film terbaru yang diputar di Klik Film belum ditayangkan di aplikasi maupun dan belum diputar di bioskop Indonesia," kata Frederica dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (5/8).
Berikut sinopsis singkat 7 film terbaru yang tayang di Klik Film pada bulan ini:
1. 32 Malasana Street
Sebuah keluarga pindah ke rumah baru untuk menjalani impian kota besar. Rumah tempat impiannya berubah menjadi mimpi buruk.
2. Fast Color
Setelah bertahun-tahun bersembunyi, seorang wanita dipaksa untuk lari ketika kemampuan manusia supernya ditemukan. Bertahun-tahun setelah meninggalkan keluarganya, satu-satunya tempat yang dia sembunyikan adalah rumah.
3. The Wave
Seorang pengacara asuransi pergi ke kota untuk merayakan promosi dengan rekan kerjanya, Jeff. Tetapi malam mereka berubah menjadi aneh ketika Frank menelan halusinogen yang sepenuhnya mengubah persepsinya tentang dunia.
4. Thunderbird
Seorang nelayan muda penyendiri pergi mencari saudara perempuannya yang hilang di Pacific Northwest yang terjal.
5. The Other Side of Heaven 2
John Groberg kembali ke Tonga untuk petualangan misionaris putaran kedua, kali ini membawa istri dan keluarganya. Ketika putra mereka terlahir dalam kondisi kritis, keluarga Groberg menghadapi ujian akhir dari iman mereka, hanya untuk mendapati diri mereka dikelilingi oleh cinta dan doa-doa ribuan warga Tongan dari semua denominasi. Hambatan perselisihan antar agama (Groberg adalah Mormon) diruntuhkan karena seluruh bangsa bersatu dengan harapan keajaiban yang akan menyelamatkan hidup bayi, serta anak seorang menteri Tonga yang koma di rumah sakit yang berdekatan kamar.
6. Murderous Trance
Diangkat dari kisah nyata. Serangkaian kejahatan hipnosis yang paling luar biasa dalam sejarah mengirim seorang penyelidik dan seorang ahli hipnotis ke dunia manipulasi psikologis.
7. National Hero Yue Fei
Yue Fei hidup selama Dinasti Song. Meski dia dia gagal mengembalikan kejayaan Dinasti Song seperti sediakala, namun kesetiaan dan perilakunya telah menginspirasi rakyat Tiongkok dari generasi demi generasi.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
