
Emma Watson dan Taylor Swift
JawaPos.com - Video porno viral di media sosial terulang kembali. Bukan video porno biasa, adegan layak sensor itu menampilkan sejumlah wajah selebriti dunia. Sebut saja Emma Watson dan Taylor Swift.
Netizen pun dibuat penasaran dengan beredarnya video yang menampilkan sosok pemeran film Beauty and The Beast, Emma Watson dan pelantun tembang Bad Blood, Taylor Swift. Benarkah sosok tersebut merupakan wajah asli keduanya?
JawaPos.com mencoba menelusuri kebenaran video tersebut. Dilansir dari laman TheSun, Kamis (8/2), wajah dalam video porno yang viral di jagad maya selama beberapa minggu ini memang benar wajah keduanya, yakni Emma Watson dan Taylor Swift.
Namun pemeran sesungguhnya bukanlah mereka berdua. Dengan kata lain, video tersebut merupakan editan belaka. Cara kerjanya, wajah mereka berdua yang merupakan seorang public figure banyak terpampang di berbagai media. Dari sana kemudian pihak yang tidak bertanggung jawab mengambil dan memasukannya dalam video tidak pantas itu.
Si pembuat video menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificiall Intelligence (AI). Teknologi tersebut sangat memungkinkan film menggunakan wajah cantik Taylor Swift dan Emma Watson yang ditempel pada wajah pemeran asli film porno tersebut.
Dengan bantuan teknologi tersebut, hasil yang diberikan menjadi tampak nyata dan halus. Saking halusnya, sampai-sampai public mengira bahwa pemeran video layak sensor itu benar-benar Emma Watson dan Taylor Swift.
Terbaru diberitakan bahwa kejahatan mengubah wajah orang lain dan memasukannya dalam unsur-unsur negatif seperti video porno itu dikenal dengan sebutan 'Deepfakes'. Deepfakes sendiri dibuat dengan menggunakan aplikasi porno online gratis yang menggunakan teknologi AI untuk menyisipkan wajah bintang wanita terkenal ke bintang porno di video yang telah disediakan oleh aplikasi tersebut.
Mulanya, teknologi AI sebenarnya tidak dibuat khusus untuk industri seperti ini. AI atau kecerdasan buatan dibuat untuk mengembangkan sistem kerja robotik agar semakin menyerupai manusia yang bisa belajar terus-menerus.
Tapi kemudian teknologi ini disalahgunakan untuk berbagai hal, termasuk dalam proses pengeditan wajah Emma Watson dan Taylor Swift. Wajah kedua artis itu ditempel pada muka pemeran film porno.
Profesor Hukum LSE Andrew Murray mengatakan, kegiatan menempel wajah dengan gambar orang lain dan kemudian membagikannya secara luas kepada publik merupakan aksi kejahatan. Ini pelanggaran terhadap UU Perlindungan Data.
"Jika gambar itu diterima sebagai gambar asli dan selebriti, hasilnya kurang disukai oleh anggota masyarakat maka mereka bisa menuntut penghinaan jika terbukti merusak reputasi mereka," Jelas Andrew.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
