Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Januari 2018 | 02.13 WIB

Ini Dugaan Kondisi Kejiwaan Dolores Sebelum Meninggal Dunia

Dolores O - Image

Dolores O

JawaPos.com - Vokalis The Cranberries, Dolores O'Riordan pada Senin (15/1) pagi waktu setempat, di Hotel Hilton, London. Kematiannya diduga akibat depresi, gangguan bipolar dan serangkaian gangguan akibat pelecehan seksual saat berusia delapan tahun.


Psikolog Brawijata Health Care Nuran Abdat mengatakan depresi disebabkan berbagai faktor yang memengaruhi kondisi neuropsikologis (otak dan perilaku). Faktor-faktor ini antara lain adalah bawaan dan lingkungan, pola asuh, tekanan, serta neurotransmitter jenis adrenalin, dopamine dan serotonin.


"Jika fenomena ini kemudian banyak menimpa kalangan pesohor dan selebriti sebenarnya tidak ada penyebab khusus dilihat dari profesi seseorang," ujar Nuran kepada JawaPos.com, Rabu (17/1).


Menurutnya, kondisi tekanan hidup yang besar dapat mengakibatkan stres yang berkepanjangan. Tekanan hidup pada public figure sendiri bisa dikaitkan dengan latar belakang kehidupannya, genetik atau bawaan, serta gaya hidup dan lingkungan sosialnya.


"Tuntutan diri sebagai public figure yang dikenal, menyebabkan adanya ekpektasi dari masyarakat untuk untuk tampil sempurna. Hanya saja, public figure sendiri terkadang merasa bahwa ekspektasi tersebut gagal dipenuhi, serta diimbangi dengan kepribadian yang dimiliki, maka hal ini secara berlarut-larut dapat menjadi kondisi yang memicu depresi muncul," jelasnya.


Nuran menambahkan public figure adalah manusia biasa yang membutuhkan kehidupan sosial yang nyata. Di dalamnya terdapat adanya kebutuhan rasa empati dan rasa affection. Akan tetapi, kembali karena mereka adalah public figure maka terkadang membuat mereka tidak memiliki ruang yang sesuai untuk meluapkan emosinya.


Lebih lanjut, Psikolog Klinis ini menegaskan kondisi depresi menimbulkan rasa kekosongan dalam diri, sehingga menimbulkan adanya rasa kesepian, serta keterasingan dalam diri. Terakhir, public figure yang kita lihat itu hanyalah manusia biasa yang memiliki pribadi yang menjadikannya memiliki potensi-potensi yang ada.


"Maka, konflik-konflik interpersonal inilah yang berpengaruh besar memunculkan ide atau tindakan bunuh diri," pungkasnya.

Editor: Saugi Riyandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore