
MAHAL: Fahri (Fedi Nuril), Hulya (Tatjana Saphira), dan Hulusi (Pandji Pragiwaksono) dalam Ayat-Ayat Cinta 2. Film ini menghabiskan biaya produksi sekitar Rp 30 miliar.
JawaPos.com - Dalam lima hari pemutaran sejak Kamis (21/12), film Ayat Ayat Cinta 2 meraup lebih dari satu juta penonton.
Antusiasme terus mengalir. Film produksi MD Pictures tersebut berpotensi menyamai atau bahkan melebihi sukses film pertama Ayat Ayat Cinta yang membukukan total 3,7 juta penonton pada 2008.
Setiap kota yang dikunjungi untuk promo selalu penuh penonton. Misalnya, yang tampak saat Fedi Nuril, Dewi Sandra, dan Syifa Hadju menyapa penonton di Bekasi Cyber Park kemarin (26/12). Kehadiran mereka disambut heboh penggemar yang menanti sejak siang.
Tak dimungkiri, karakter Fahri (Fedi Nuril) yang menjadi pusaran cerita film itu merupakan magnet untuk mendatangkan penonton.
Setelah 9 tahun, Fahri dikisahkan sudah menjadi profesor di Edinburgh, Skotlandia. Semangatnya untuk terus menuntut ilmu sangat tinggi. Secara finansial, dia juga lebih mapan dengan bisnis yang dirintis bersama sang istri, Aisha.
Namun, sudah tujuh tahun dia terpisah dari Aisha yang hilang ketika menjadi relawan di Palestina. Meski banyak perempuan yang mendekat, Hulya (Tatjana Saphira), Keira (Chelsea Islan), dan Sabina (Dewi Sandra), Fahri terus teringat sang istri.
Fahri merupakan sosok yang mau membantu siapa saja tanpa memandang perbedaan meski dirinya kerap mendapat perlakuan kurang baik sebagai minoritas di Eropa.
Bagi Fedi, perannya sebagai Fahri dalam AAC 2 telah berkembang. Banyak yang dia kagumi dari karakter Fahri. ”Semangatnya untuk terus menuntut ilmu. Kesabarannya ketika mendapat masalah dan perlakuan yang kurang baik,” tuturnya.
Melihat respons penonton yang besar, Fedi bersyukur. ”Artinya, kisah film ini memang dirindukan. Selama 9 tahun ini, saya sering ditagih kapan sekuelnya keluar,” imbuhnya.
Dewi yang memerankan tokoh Sabina menambahkan, ”Alhamdulillah, mencapai satu juta penonton dalam lima hari. Saya rasa kekuatannya terdapat di hati penonton, selain dari segi cerita,” katanya.
Bagi Dewi, perannya dalam AAC 2 dirasa berat dari sisi pendalaman secara psikologis. Sebab, Sabina diceritakan memiliki cacat pada bagian wajah. Dia juga mengenakan cadar. ”Ruang gerak terbatas. Bagaimana berekspresi hanya melalui mata,” lanjutnya.
Dari sisi teknis, setiap hari syuting, Dewi membutuhkan dua jam untuk pengerjaan make-up special effect. ”Saya selalu datang paling awal dan pulang paling akhir,” tuturnya, lantas tersenyum.
Sementara itu, total 3,7 juta penonton film Ayat-Ayat Cinta pada 2008 diraih selama 45 hari pemutaran. Angka 1 juta penonton yang didapat sekuelnya dalam lima hari pemutaran merupakan awal yang baik untuk hari-hari selanjutnya.
Manoj Punjabi, produser MD Pictures, mengungkapkan rasa terima kasih kepada penonton. ”Antusiasme masyarakat yang luar biasa di setiap kota selalu penuh, itu sangat membahagiakan. Membuat saya makin bersemangat untuk membuat film-film box office selanjutnya,” ungkapnya.
Manoj mengakui, karakter Fahri merupakan daya tarik utama. Dia menjadi ikon dan sosok idola di mata masyarakat. ”Jujur, saya pribadi mengagumi tokoh Fahri. Gambaran pria yang sangat ideal,” ucapnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
