
MENYENTUH: Coco menceritakan kisah perayaan untuk mengingat kembali keluarga dan orang-orang tercinta yang sudah berpulang agar tetap terjaga di hati.
JawaPos.com - Rilisan animasi terbaru Disney dan Pixar, Coco, berpeluang menguasai box office Amerika Utara pada pekan Thanksgiving. Film itu dirilis serentak pada Rabu (22/11).
Di hari perdana pemutarannya, film tersebut sukses meraup hasil solid. Yakni, USD 13,2 juta (Rp 178,3 miliar). Nominal tersebut termasuk pendapatan dari hasil pratayang sehari sebelumnya, yang mencapai USD 2,3 juta (Rp 31,1 miliar).
Angka tersebut mengantar film yang dibintangi aktor cilik Anthony Gonzalez itu mengalahkan Justice League. Pada hari debut Coco, film produksi DC Comics dan Warner Bros. itu meraup USD 10,45 juta (Rp 141,1 miliar), selisih USD 450 ribu (Rp 6,08 miliar) dari Coco. ”Angka itu hanya turun 1 persen dari pendapatan USD 10,55 juta (Rp 142,5 miliar) pada Selasa (21/11),'' papar Scott Mendelson, kritikus untuk Forbes.
Capaian tersebut membuat Disney jadi rumah produksi tak terkalahkan di pekan Thanksgiving. Pendapatan pratayang Coco selisih tak terlalu besar dengan catatan Moana, yang meraup USD 2,6 juta (Rp 35,1 miliar) pada periode yang sama tahun lalu. Para kritikus memperkirakan, film yang mengisahkan Dia de los Muertos atau Hari Orang Mati dalam budaya Amerika Latin itu bakal meraup USD 60 juta (Rp 810,1 miliar) di akhir pekan perdananya.
Di mancanegara, Coco juga berhasil mencuri perhatian. Hingga kemarin (24/11), film tersebut mengantongi total USD 48,7 juta (Rp 657,7 miliar). Film tersebut juga sukses di negara yang menjadi latar tempat kisahnya, Meksiko.
Di Meksiko, Coco ditayangkan untuk kali pertama di Festival Film Internasional Morelia yang berlangsung pada 20–29 Oktober lalu. Film tersebut lantas dirilis pada 27 Oktober, dua hari sebelum liburan Dia de los Muertos.
Strategi pemasaran itu berhasil. Film tersebut dapat sambutan antusias. Selama 19 hari pemutaran, film itu sudah mengumpulkan total 824 juta peso (Rp 597 miliar). Coco pun dengan mudah menjadi film terlaris di Meksiko.
Laju pendapatan tersebut dinilai bakal stabil. Film itu mendapat rating dan kritik yang positif. Sejauh ini film tersebut meraih skor 96 persen dari Rotten Tomatoes. A.O. Scott, kritikus untuk NY Times, mengungkapkan bahwa film itu berhasil mengemas kisah yang kelam dengan cara menarik dan pas buat anak-anak.
’’Coco menghindari nuansa dark meski membahas tema kematian. Hasilnya, kisah itu tidak menakutkan. Justru menghapus ketakutan dan kebingungan anak pada konsep kematian,’’ tulisnya.
Sementara itu, kritikus Forbes Scott Mendelson memuji Coco yang punya cerita dan visual yang kuat. ’’Kombinasi keduanya mengantar penontonnya ke dunia yang serbacerah dan kisah yang menyentuh. Menyenangkan untuk dilihat, didengarkan, dan disimak,’’ tulisnya.
Kombinasi visual penuh warna dan kisah emosional dengan plot tidak tertebak itulah yang menjadi kunci Coco meraih rating tinggi. Adrian Molina, salah seorang sutradara Coco, menyatakan bahwa film tersebut melalui proses berliku.
Pada 2013, Disney sempat mengumumkan akan membeli hak paten nama Dia de los Muertos untuk judul film ini. Namun, para keturunan Meksiko melontarkan protes keras. ’’Untuk sebuah penghinaan, hal itu sangat mengerikan dan tidak sensitif. Dia de los Muertos seperti hanya sebuah merek, bukan perayaan,’’ cuit kartunis keturunan Meksiko-Amerika, Lalo Alcaraz, ketika itu.
Disney, tampaknya, belajar dari tamparan tersebut. Mereka akhirnya memberi film ini dengan judul Coco. Molina menjelaskan bahwa dirinya dan tim produksi turun langsung ke Meksiko. Tim itu membaur dan tinggal bersama keluarga di sana untuk mendapat gambaran jelas. ’’Tujuan kami adalah menyampaikan indahnya tradisi, budaya, serta keluarga Meksiko,’’ jelasnya dalam premiere di Los Angeles pada awal bulan ini.
Sutradara Lee Unkrich mengungkapkan, Coco mengandung nilai moral yang menarik. Terutama terkait dengan perayaan Dia de los Muertos. ’’Perayaan itu bukanlah momen berduka, melainkan perayaan untuk mengingat kembali keluarga dan orang-orang tercinta yang sudah berpulang agar tetap di hati kita,’’ tuturnya.
Selain kisah dan visual yang menarik, Coco memiliki daya tarik dari film pendek pembukanya. Film tersebut diawali dengan Olaf’s Frozen Adventure. Film berdurasi 21 menit itu menonjolkan ciri khas Frozen, yakni lagu-lagu baru dan kisah seputar liburan Natal. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022