
MISI TERCAPAI: Kartini dan Pengabdi Setan sama-sama masuk nominasi kategori utama Film Terbaik. Menurut produser dan sutradara, itu berarti tujuan membuat film biopik dan horor berkualitas terwujud.
JawaPos.com - Dua ibu bersaing ketat di Festival Film Indonesia (FFI) 2017. Film biopik tentang ibu Kartini yang berjudul Kartini mendapatkan 13 nominasi dalam ajang yang memasuki pergelaran ke-37 tersebut. Jumlah sama didulang Pengabdi Setan, film tentang arwah seorang ibu yang tidak bisa tenang karena perbuatannya di masa lalu.
Pengumuman nomine itu dibacakan di Dian Ballroom, Raffles Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis malam (5/10). Ada 22 kategori penghargaan dan satu lifetime achievement yang diungkap di malam puncak pada 11 November mendatang tersebut.
Yang masuk nominasi adalah film-film Indonesia, baik panjang, pendek, dokumenter, maupun animasi, yang dirilis sejak 1 Oktober 2016–30 September 2017.
Sepuluh di antara 13 kategori itu diperebutkan Kartini dan Pengabdi Setan untuk kategori yang sama. Di antaranya, Penulis Skenario Adaptasi Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Penata Suara Terbaik, Penata Busana Terbaik, Penata Rias Terbaik, dan
Pemeran Anak Terbaik. Mereka juga bersaing di Sutradara Terbaik dan gelar tertinggi Film Terbaik.
Sunil Samtani, executive producer dari Rapi Films, sangat bangga dengan raihan 13 nominasi untuk Pengabdi Setan. Baru pekan lalu dirilis, film garapan Joko Anwar tersebut menuai respons positif.
Bukan hanya dari audiens, tapi juga dari pengamat dan anggota organisasi perfilman. Meski berharap untuk menang, menurut Sunil, bisa masuk sebagai nominasi saja sudah merupakan hal yang luar biasa. ’’Tujuan kami sejak awal adalah memberikan pembaharuan bagi perfilman Indonesia, secara khusus untuk genre horor,’’ katanya.
Joko Anwar juga senang dengan capaian film terbarunya itu. Misinya untuk membuat film horor naik kelas terwujud. Kerja kerasnya selama membuat naskah dan mengarahkan proses syuting terbayar. Masuk ke kategori Film Terbaik, Joko semakin bangga karena film horor akhirnya berpeluang meraih penghargaan utama.
Dari segi capaian penonton, Pengabdi Setan menunjukkan tren yang baik. Berdasar data terbaru yang diterima Sunil, film tersebut disaksikan 1.118.773 penonton sampai Kamis malam (5/10). Bukan hanya di bioskop, Pengabdi Setan pun populer di media sosial. Berbagai meme foto ibu yang diperankan Ayu Laksmi diedit dengan berbagai pose jenaka dengan tagar #IbuSudahBisa.
Joko mengungkapkan bahwa hal itu adalah idenya. Dia mengunggah foto ibu di akun media sosialnya dan mengajak para warganet berkreasi. Ada foto ibu yang sedang surfing, berlatih capoeira, duduk di bioskop, naik paddle board bersama Menteri Susi Pudjiastuti, hingga digendong Chicco Jerikho. ’’Supaya filmnya lebih lucu dan populer,’’ kata Joko, lantas tertawa.
Tujuan tim Pengabdi Setan yang ingin membuat film horor berkualitas sama dengan misi yang dibawa produser Kartini Robert Ronny. Tentu untuk genre yang berbeda. Di bawah bendera Legacy Pictures, Ronny dan sutradara Hanung Bramantyo ingin membuat film biopik yang apik dan menginspirasi.
’’Dari awal, saat masa pra-produksi, kami memang ingin setiap hal di film Kartini dipersiapkan dengan baik,’’ ungkapnya.
Selama pembuatan Kartini, riset dilakukan dengan detail dan tidak tergesa-gesa. Mereka ingin mencerminkan kondisi riil kehidupan Kartini. Mengenai persaingan dengan Pengabdi Setan, Robert menyikapinya dengan tenang. Bagi dia, Kartini dan Pengabdi Setan bagus untuk genre masing-masing. Keduanya juga sama-sama sukses secara capaian penonton dan kualitas.
Sementara itu, Riri Riza yang menjadi ketua bidang penjurian Festival Film Indonesia (FFI) 2017 mengumumkan, film-film yang masuk nominasi merupakan hasil diskusi berbagai organisasi profesi perfilman. Ada sepuluh organisasi dan enam komunitas perfilman, termasuk di antaranya Indonesian Film Directors Club (IFDC) dan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI).
Untuk menjaga objektivitas, Riri memastikan bahwa perwakilan organisasi perfilman dalam tim juri tidak memiliki hubungan apa pun dengan karya film sejak penilaian untuk memilih nominasi. Selanjutnya, selama dua minggu ke depan, tim juri melakukan penilaian untuk menentukan pemenang.
Seorang juri hanya bisa memilih 1 nomine di setiap kategori. Jika tahun lalu FFI diadakan di Jakarta, tahun ini Manado yang menjadi tuan rumah. Pertimbangannya, industri perfilman tidak hanya terpusat di ibu kota. (*)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
