Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Desember 2016 | 01.35 WIB

Kapolri Hadiri Peluncuran Lagu Satu Indonesiaku

Kapolri Tito Karnavian (kanan) dan Tantowi Yahya di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (20/12). - Image

Kapolri Tito Karnavian (kanan) dan Tantowi Yahya di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (20/12).

JawaPos.com - Kapolri Tito Karnavian menghadiri peluncuran lagu Satu Indonesiaku di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (20/12). Lagu tersebut merupakan hasil kolaborasi 30 musisi yang menyanyikan syair dengan tujuan menyerukan persatuan Indonesia. Ide itu lahir dari keprihatinan dan kepedulian melihat kondisi Indonesia akhir-akhir ini yang kerap terjadi konflik perusak kebhinnekaan.



"Ini inisiatif luar biasa. Pendekatan yang bisa membantu upaya kesatuan dengan lembut, masuk dalam hati," kata Tito Karnavian.



Pria 52 tahun asal Palembang ini mengatakan pihak kepolisian mendukung kampanye persatuan lewat lagu Satu Indonesiaku ini. Bahkan Tito menyebut akan menyeberluaskan lagu itu ke kantor polisi di seluruh Indonesia.



"Seratus persen mendukung. Saya mau sebar juga, perintahkan semua kantor polisi kalau ada acara harus putar lagu yang bisa menyatukan kita," jelasnya.



Seperti diketahui, 30 musisi papan atas yang terdiri dari penyanyi dan grup musik terlibat dalam proyek lagu Satu Indonesiaku. Mereka menyanyikan lagu yang bertujuan menyerukan persatuan Indonesia. Musisi yang dilibatkan di antaranya, Raisa, Ariel NOAH, Afgan, Rossa, Marcell, Bimbo, Glenn Fredly, Isyana Sarasvati, Tulus, Cita Citata, Once, Tompi, Judika, Giring Nidji, Erwin Gutawa, Edo Kodologit, Andre Hehanusa, dan lainnya.



Satu Indonesiaku merupakan lagu gabungan dari empat karya yang diramu dan diarasemen oleh Erwin Gutawa. Keempat lagu tersebut adalah Rayuan Pulau Kelapa ciptaan Ismail Marzuki, Kolam Susu ciptaan Yok Koeswoyo, Zamrud Khatulistowa ciptaan Guruh Soekarnoputra, dan Pemuda ciptaan Candra Darusman.



Ide proyek Satu Indonesiaku bermula dari Ketua Umum Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), Tantowi Yahya dan Ketua Umum Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI), Gumilang Ramadhan. Mereka mengatakan proyek tersebut lahir dari keprihatinan dan kepedulian melihat kondisi Indonesia akhir-akhir ini yang kerap terjadi konflik perusak kebhinnekaan.



Pihak penggerak proyek ini memastikan lagu Satu Indonesiaku tidak bakal dikomersilkan. Single ini murni untuk menyuarakan kampanye kebaikan. Lagu ini nantinya akan disiarkan di seluruh televisi swasta yang berada di bawah naungan Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), seluruh radio di bawah Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), layar-layar bioskop Cinema XXI, inflight entertaiment Garuda Indonesia, dan YouTube. (ded/JPG)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore