
Danilla Riyadi
JawaPos.com - Tiga orang penyanyi cantik, muda, dan berbakat mencoba keluar dari zona nyaman mereka dengan berinisiatif mengkompilasikan karya. Terbentuklah Daramuda Project yang dijalani dengan santai dan ekspektasi rendah.
"Daramuda Project itu sebetulnya tidak sengaja terbentuk, sebelumnya kami nggak saling kenal, ya tahu sekilas-sekilas lewat karya aja, kebetulan waktu itu kami bertemu di panggung, ngobrol-ngobrol akhirnya ya gitu," kata Danilla di sela peluncuran video klip 'Dari Sebuah Mimpi Buruk' di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Seiring berjalannya waktu, menurut Danilla, mereka jadi saling mengenal karakter masing-masing. Sebut saja Rara Sekar -yang dikenal lewat Banda Neira- lebih sering melagukan tentang hubungan antar manusia, kemudian Sandrayati Fay yang melagukan tentang alam, khususnya yang dia rasakan sebagai musisi indie dari Bali.
"Sebetulnya kami itu unik dengan karakter masing-masing, Rara concern sekali sama manusia dan sosialnya
Sandra itu lebih ke bumi dan lingkungan, kalau aku lebih ke hewan dan lainnya," cerita Danilla.
Daramuda adalah sebuah proyek kolektif yang melibatkan tiga orang penyanyi sekaligus; Rara Sekar, Danilla Riyadi dan Sandrayati Fay. Masing-masing sudah punya rekam jejak di industri musik Indonesia melalui jalur indie. Tidak serupa, tapi berjalan beriringan dan menggaungkan namanya lewat jalur bawah.
Rara Sekar dikenal luas dengan kontribusi melalui suaranya di Banda Neira bersama partner-nya Ananda Badudu yang bersemayam abadi di sanubari banyak pendengar musik. Sayangnya, dia telah semena-mena membunuh band itu, beruntung karya tidak akan pernah mati. Danilla Riyadi sendiri baru saja merilis video klip single terbarunya, juga sibuk promo album Lintasan Waktu, dan menjadi salah satu penyanyi paling sibuk di Indonesia belakangan ini dari satu panggung off air ke panggung off air lain. Sementara Sandrayati Fay, menjadi yang paling bontot; dia sedang bergerilya menyebarluaskan musiknya setelah merilis Bahasa Hati EP, debut album ‘resmi’nya tahun lalu.
Oleh karenanya, Daramuda Project lebih aktif menyuarakan eksistensinya melalui media sosial instagram @daramudaproject.
Bahkan, untuk latihan bersama, Danilla dan kedua rekannya mengandalkan teknologi video call.
"Bagi waktunya kami juga bingung, Sandra kan di Bali, Rara juga punya project foto-foto apa itu lupa, jadi kalau kita ada karya, ide, biasanya itu kita obrolin di grup, atau video call," papar dara asal Bandung itu.
Danilla juga membagikan pengalaman pertama Daramuda Project tampil di Folkmusic Festival di Batu, Malang Agustus lalu.
"Pertama manggung di folkmusic festival kita kosongin di hari ketja untuk workshop dan lain-lain, tapi memang bagi waktunya susah sekali, makanya jarang manggung," tuturnya.
Namun, hal tersebut tidak menghalangi Danilla, Rara Sekar, dan Sandrayati Fay berkarya. Kecanggihan teknologi menolong mereka menelurkan buah karya dari kegelisahan ketiganya.
"Tapi setidaknya keluar dalam bentuk audio dan digital (Daramuda Project)," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

KPK Dalami Dugaan Korupsi di Sultra dengan Nilai Kerugian Ditaksir Rp 328 Miliar
Prediksi Skor Roma vs Slovan Bratislava di Liga Champions: I Giallorossi Tak Mau Malu Lagi!
4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
Prediksi Susunan Pemain Sabah FK vs Borussia Dortmund: Daniel Svensson Siap Duel
Prediksi Skor Bhayangkara FC Vs PSIM Jogja di Super League: Misi Berat Laskar Mataram Curi Poin
Prediksi Fenerbahce vs Slavia Praha di Liga Champions: Tuan Rumah Bidik Kemenangan Perdana
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng FC vs Java United FC: Tim Tamu Siap Curi Poin
Prediksi Skor Isenmulang FC vs Java United: Laskar Kepodang Emas On Fire
Prediksi Skor Vasco da Gama vs Boca Juniors: Duel Ketat demi Tiket Final Copa Sudamericana
Bukan Sekadar Aransemen Ulang, Freya Sebut REVOICE Buka Sisi Lain JKT48

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022