Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Agustus 2018 | 14.55 WIB

Jadi Dewa Tuak di Film Wiro Sableng, Andy /Rif Muntah-Muntah

Andy /Rif ternyata pernah satu perguruan dengan Yayan Ruhian di Bandung. Mereka kembali dipertemukan dalam film - Image

Andy /Rif ternyata pernah satu perguruan dengan Yayan Ruhian di Bandung. Mereka kembali dipertemukan dalam film

JawaPos.com - Vokalis band /Rif, Andy, bermain di film Wiro Sableng sebagai pendekar Dewa Tuak. Sebagai seorang pendekar, musisi berusia 49 tahun ini dituntut untuk bisa beradegan fighting sambil mabuk dengan lawan mainnya.


Hal tersebut tak terlalu masalah bagi Andy /Rif. Pasalnya, dia pernah satu perguruan silat bersama Yayan Ruhiyan di Silat Tenaga Dalam Dasar di Bandung. Namun, Andy sempat muntah-muntah karena lama tak melakukan aksi beladiri.


"Sebenarnya saya alumni pensiunan satu perguruan sama kang Yayan. Dulu saya satu perguruan di Bandung bareng, tapi saya sudah lama tidak aktif. Baru ini lagi aktif jadi muntah-muntah. Fisiknya harus digempur dan dibalikin lagi kayak dulu," ungkapnya saat gala premiere film Wiro Sableng di Epicentrum Walk, Senin (27/8).


Namun, kembali melakukan aksi silat membuat Andy bernostalgia akan kenangan lalu. Berkat latihannya bersama Yayan Ruhiyan dan tim, dia pun merasa senang bisa tergabung dalam proyek film legendaris ini.


"Saya dilatih oleh tim dari kang Yayan, ada lima orang yang melatih semua pemain. Jadi, para pemain dilatih fighting koreo. Dan saat saya bermain, misalnya adegan fight-nya pendek tapi latihannya cukup panjang, sampai satu bulan dan itu masih ada penyesuaian dari tempat latihan dan set. Cukup menyenangkan sih," lanjutnya.


Dalam film Wiro Sableng, Andy /Rif didandani sebagai pendekar tuak berusia 60-an. Namun, Andy justru merasa lebih tampan di film.


"Tantangannya tampil jadi kakek-kakek pemabuk tapi jago sih, saya juga kaget setelah nonton kok gantengan saya di sini," pungkas Andy /Rif sambil tertawa.


Film yang ber-setting abad ke 16 itu menampilkan koreo laga dan kostum yang murni Indonesia. Berbagai efek CGI dilakukan untuk memoles adegan dan latar agar nampak baik. Efek CGI yang sempat menuai kritik penggemar saat peluncuran teaser adegan Wiro dan Bujang Gila Tapak Sakti di atas pohon di pinggiran jurang pun sudah diperhalus hingga menampilkan hasil yang baik.


Film kerjasama Lifelike Pictures dengan 20th Century Fox itu rencananya akan tayang di bioskop-bioskop tanah Air, mulai 30 Agustus 2018.

Editor: Novianti Setuningsih
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore