Bella Baxter, seorang wanita muda yang dihidupkan kembali oleh ilmuwan brilian dan tidak biasa Dr. Godwin Baxter dalam film Poor Things. (IMDb)
JawaPos.com - Poor Things adalah film adaptasi novel karya Alasdair Gray yang disutradarai oleh Yorgos Lanthimos dan dirilis pada 2023.
Film ini menampilkan gaya penceritaan yang surreal dan satir, membawa penonton ke dalam kisah reinkarnasi, pencarian identitas, dan kritik sosial yang tajam.
Dilansir dari Spoiler Town, kisah berpusat pada Bella Baxter, seorang wanita yang "dibangkitkan" oleh Dr. Godwin Baxter setelah kematian misteriusnya. Reinkarnasi Bella bukan sekadar kebangkitan fisik, ia harus memulai hidup baru dengan kemurnian naluri dan nafsu yang belum ternodai norma sosial.
Baxter sendiri adalah ilmuwan eksentrik yang mengadopsi peran pencipta sekaligus pelindung. Hubungan antara pencipta dan ciptaannya memicu dinamika kompleks. Bella bergantung pada Baxter, namun perlahan merindukan otonomi dan pengalaman dunia nyata.
Bella cepat belajar, rasa ingin tahunya yang besar mendorongnya untuk mengeksplorasi seksualitas, kebebasan, dan konsep moral yang selama ini didiktekan oleh masyarakat. Pengalaman-pengalaman itu memperlihatkan kontras antara naluri alami dan konvensi sosial yang mengekang perempuan.
Salah satu tokoh penting lain adalah Duncan Wedderburn, seorang pengacara flamboyan dan manipulatif yang memancing Bella untuk meninggalkan perlindungan Baxter. Duncan menjadi jalur bagi perjalanan Bella menuju kesadaran akan diri sendiri dan kebebasan pribadi.
Perjalanan Bella bersama Duncan membawanya melintasi berbagai tempat penuh warna, dari pesta mewah dan pertemuan intelektual hingga petualangan lintas benua yang mempertemukannya dengan beragam budaya, hasrat, dan bahaya baru.
Poor Things menantang pandangan lama tentang perempuan yang dianggap “naif” atau “bergantung” dengan menampilkan sosok Bella yang, meski awalnya polos, perlahan menemukan kekuatan dan tekad untuk mengendalikan hidupnya sendiri.
Nada film bergerak di antara humor gelap, absurditas, dan melankolia. Sang sutradara menghadirkan visual teatrikal dan sinematografi yang penuh gaya untuk menciptakan dunia fantasi yang sekaligus berfungsi sebagai alegori sosial dan sejarah.
Desain produksi serta kostum menampilkan gaya periode klasik yang berlebihan namun tetap presisi. Setiap detail, dari tata ruang hingga busana, memperkuat karakter, suasana, dan konteks waktu tanpa menghilangkan keanehan dan keajaiban yang menjadi ciri khas cerita.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
