
Ilustrasi drama Korea yang penuh intrik memiliki penggemar yang tidak sedikit. (Movies&Mania)
JawaPos.com-Drama Korea sudah lama menjadi bagian penting dari hiburan digital di Indonesia. Dari serial romantis hingga thriller penuh intrik, K-drama berhasil membangun basis penggemar yang fanatik dan lintas generasi.
Kini, tren terbaru mulai bergeser. Tontonan singkat dengan format K-drama berdurasi pendek, yang lebih praktis dan sesuai dengan gaya hidup serba cepat jadi lebih diminati.
Di tengah perubahan itu, teknologi juga mengambil peran. K-drama pendek berbasis kecerdasan buatan (AI) hadir untuk memberikan pengalaman menonton yang lebih personal dan interaktif.
Inovasi ini dibawa Soonshot, platform global pertama untuk K-drama singkat yang baru saja melebarkan sayap ke Asia Tenggara dengan fokus utama di Indonesia.
Didirikan komedian senior Korea Selatan Lee Kyung-kyu bersama ADG Company, Soonshot memanfaatkan ekosistem hiburan Korea yang kuat. Ribuan profesional film, kerja sama dengan penyiar besar seperti SBS hingga Kakao, dan akses ke lebih dari 20.000 IP webtoon yang siap diadaptasi menjadi drama pendek.
Lewat kolaborasi dengan BytePlus, unit bisnis teknologi dari ByteDance, Soonshot menawarkan fitur-fitur berbasis AI seperti rekomendasi konten real time, streaming tanpa buffering meski di jaringan lemah, hingga analitik reaksi penonton yang membantu kreator memperbaiki cerita sesuai respons penggemar.
“Soonshot menghadirkan sentuhan emosional khas K-drama dalam format singkat,” kata Erica Park, CEO ADG Company melalui keterangannya.
“Kami ingin membawa rasa autentik Korea yang dipadukan teknologi AI, sehingga penggemar bisa menikmati drama yang sesuai selera sekaligus mendukung pertumbuhan IP kreatif berkelanjutan," imbuh dia.
Respons penonton sejauh ini juga diklaim cukup menggembirakan. Dalam tiga bulan sejak peluncuran, Soonshot sudah menggaet lebih dari 110.000 pengguna global dengan rata-rata durasi menonton 22 menit, angka yang tinggi untuk kategori konten singkat.
Indonesia dipandang sebagai pasar potensial. Survei terbaru menunjukkan 72 persen penonton digital di Indonesia lebih memilih drama Korea dibanding konten negara lain, tertinggi di Asia Tenggara.
Fakta ini menguatkan posisi Indonesia sebagai target utama strategi direct-to-fan Soonshot.
Lebih dari sekadar layanan streaming, Soonshot juga mengembangkan ekosistem fandom lewat komunitas, model keanggotaan, hingga aktivitas gaya hidup K-culture.
“Kami memprioritaskan pertumbuhan jangka panjang melalui fandom dan penciptaan IP, bukan keuntungan cepat,” tambah Park.
Di tengah demam K-Wave global dan gaya hidup mobile-first, Soonshot berambisi menjadikan setiap smartphone di Indonesia sebagai layar baru untuk menikmati K-drama berbasis AI.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
