Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 September 2025 | 21.33 WIB

Sinopsis Film Under the Shadow: Teror Jin di Tengah Perang Iran-Irak​

Poster film Under The Shadow (IMDb) - Image

Poster film Under The Shadow (IMDb)

JawaPos.com - Film Under the Shadow (2016) bukan hanya menyajikan ketegangan horor, tetapi juga menggambarkan trauma perang dan tekanan sosial yang menghantui kehidupan perempuan di Iran era 1980-an.

Disutradarai oleh Babak Anvari, film ini menjadi debut penyutradaraan yang mengesankan, menggabungkan elemen supranatural dengan kritik sosial yang tajam.

Dilansir dari collider.com, kisah berpusat pada Shideh (diperankan oleh Narges Rashidi), seorang mantan mahasiswa kedokteran yang dilarang melanjutkan studinya karena keterlibatannya dalam gerakan politik.

Ketika suaminya, Iraj, dipanggil untuk bertugas di medan perang, Shideh memilih tetap tinggal di apartemen mereka di Tehran bersama putrinya, Dorsa.

Keputusan Shideh untuk bertahan di kota yang dilanda perang menjadi awal dari serangkaian kejadian misterius. Dorsa mulai menunjukkan perilaku aneh, sering demam dan mengalami mimpi buruk. Ketika boneka kesayangannya hilang, Dorsa percaya bahwa makhluk jahat telah mencurinya.

Seorang anak laki-laki yang tinggal di lingkungan mereka memperkenalkan konsep jin, makhluk gaib dalam mitologi Timur Tengah yang diyakini bisa menghantui manusia dengan mengambil barang-barang pribadi.

Bocah itu memberi Dorsa jimat pelindung, namun Shideh membuangnya karena menganggapnya takhayul.

Ketegangan meningkat ketika Shideh sendiri mulai mengalami gangguan. Ia melihat bayangan, mendengar suara-suara, dan merasa ada kehadiran tak terlihat di rumahnya. Teror ini semakin nyata ketika Dorsa mengaku bahwa jin telah masuk ke dalam rumah mereka.

Film ini menggunakan latar perang Iran-Irak sebagai metafora ketakutan yang lebih besar. Ketika sirine serangan udara berbunyi dan bangunan mulai runtuh, Shideh dan Dorsa tidak hanya berjuang melawan ancaman fisik, tetapi juga melawan entitas gaib yang mengintai mereka dari bayang-bayang.

Sinematografi karya Kit Fraser memperkuat atmosfer mencekam dengan pencahayaan redup dan ruang sempit yang menambah rasa terisolasi.

Musik latar Gavin Cullen juga berperan penting dalam membangun ketegangan, tanpa harus mengandalkan jumpscare berlebihan.

Under the Shadow mendapat pujian luas dari kritikus internasional. Film ini meraih rating 99% di Rotten Tomatoes dan disebut sebagai salah satu film horor terbaik tahun 2016.

Keberhasilannya membuka jalan bagi sinema Timur Tengah untuk tampil di panggung global dengan narasi yang kuat dan original.

Yang menarik, film ini menggunakan bahasa Persia dan menampilkan budaya lokal secara autentik. Jin sebagai elemen horor bukan sekadar monster, tetapi simbol dari trauma, represi, dan ketakutan kolektif masyarakat yang hidup di bawah tekanan politik dan perang.

Karakter Shideh menjadi representasi perempuan yang terpinggirkan, namun tetap kuat dan penuh kasih. Ia berusaha melindungi anaknya, mempertahankan identitasnya, dan melawan kekuatan yang tak terlihat, baik dari sistem patriarki maupun dari dunia gaib.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore