Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Juli 2026 | 16.17 WIB

Korban Perang Iran Tiba-Tiba Berkurang di Data Resmi Pentagon, Empat Tentara AS Dipindahkan ke Kategori Baru

Ilustrasi 4 tentara AS tewas dalam sepekan menyusul serangan balasan Iran ke markas militer AS di Timur Tengah. (ABC News) - Image

Ilustrasi 4 tentara AS tewas dalam sepekan menyusul serangan balasan Iran ke markas militer AS di Timur Tengah. (ABC News)

JawaPos.com - Amerika Serikat kembali menuai sorotan terkait transparansi perang melawan Iran setelah Pentagon mengubah data resmi korban konflik. Empat tentara AS yang sebelumnya tercatat tewas dalam perang Iran kini tidak lagi masuk dalam daftar korban perang tersebut, melainkan dipindahkan ke kategori baru bertajuk 'Overseas Operations' atau Operasi Luar Negeri.

Perubahan mendadak ini memicu pertanyaan mengenai bagaimana pemerintah Presiden Donald Trump menghitung korban jiwa dan luka di tengah eskalasi konflik dengan Iran, terutama ketika operasi militer AS terus berlangsung di kawasan Selat Hormuz tanpa kejelasan strategi untuk mengakhiri perang.

Sistem Defense Casualty Analysis System (DCAS), yang selama ini disebut Pentagon sebagai sumber resmi penghitungan korban perang, pekan lalu menghapus empat tentara yang gugur beserta puluhan prajurit yang terluka dari statistik perang Iran.

Pada Minggu (26/7), situs tersebut menampilkan kategori baru 'Overseas Operations' yang mencantumkan empat nama tentara yang tewas serta 207 personel yang mengalami luka-luka.

Belum diketahui apakah seluruh korban luka dalam kategori baru itu berasal dari konflik terbaru dengan Iran.

Pentagon Bantah Menyembunyikan Korban Perang

Perubahan data tersebut terjadi setelah angka korban perang di situs Pentagon sempat berubah drastis hanya dalam hitungan hari.

Hingga Selasa pekan lalu, DCAS masih mencatat 18 tentara AS tewas dan 482 lainnya terluka akibat perang Iran. Angka tersebut mencerminkan tambahan empat korban jiwa sejak konflik kembali memanas setelah gencatan senjata sementara berakhir.

Namun sehari kemudian, jumlah korban resmi berubah menjadi 14 orang tewas dan 420 terluka, sehingga memunculkan spekulasi bahwa Pentagon mengurangi jumlah korban perang, demikian dikutip via NBC News.

Juru Bicara Pentagon Joel Valdez membantah adanya upaya menutupi dampak perang.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore