Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Juli 2026 | 01.12 WIB

Perang dengan Iran Bikin AS Rogoh Rp 610 Triliun, Pentagon Minta Dana Darurat Rp 1.400 Triliun Lagi

Ilustrasi ekonomi AS dilaporkan menuju keruntuhan akibat perang Iran. (TradingView) - Image

Ilustrasi ekonomi AS dilaporkan menuju keruntuhan akibat perang Iran. (TradingView)

JawaPos.com - Biaya perang Amerika Serikat (AS) melawan Iran terus membengkak. Pentagon mengungkapkan bahwa konflik yang kembali memanas telah menghabiskan sekitar USD 37,5 miliar atau sekitar Rp 610 triliun, meningkat hampir USD 8 miliar dibandingkan estimasi terakhir pada Mei lalu.

Lonjakan biaya tersebut diungkapkan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dalam sidang Komite Alokasi Anggaran Senat pada Selasa (21/7). Dalam kesempatan itu, ia bahkan mendesak Kongres segera menyetujui tambahan anggaran pertahanan senilai USD 87 miliar, dengan USD 67 miliar di antaranya dialokasikan khusus untuk mendukung operasi militer AS di Timur Tengah.

Menurut Hegseth, tambahan dana tersebut sangat mendesak agar operasi militer tidak terganggu di tengah perang yang kembali berkobar.

"Tanpa dana ini, kami menghadapi kekurangan kritis yang mengancam kemampuan kami untuk juga membayar anggota layanan kami, dengan cepat mengisi kembali peralatan dan amunisi, dan mempertahankan operasi vital tanpa gangguan," kata Hegseth di hadapan anggota Senat.

Dilansir via BBC, ia menegaskan setiap dolar yang disetujui Kongres akan digunakan untuk meningkatkan daya tempur militer AS sekaligus memperkuat strategi yang disebutnya sebagai 'peace through strength' atau menciptakan perdamaian melalui kekuatan militer.

Biaya Perang Terus Naik

Angka terbaru sebesar USD 37,5 miliar menjadi estimasi resmi terbaru pemerintah AS mengenai biaya perang Iran. Sebelumnya, pada 12 Mei, Pentagon memperkirakan biaya konflik berada di kisaran USD 29 miliar, sementara pada pekan pertama perang nilainya masih sekitar USD 11,3 miliar.

Namun, sejumlah sumber dari Partai Demokrat menilai biaya sebenarnya jauh lebih besar. Dua sumber Demokrat serta satu sumber lain yang mengetahui pembahasan anggaran mengatakan estimasi resmi Pentagon belum memasukkan sejumlah pengeluaran besar, termasuk biaya pembangunan kembali pangkalan militer AS yang mengalami kerusakan akibat serangan Iran.

Pentagon Sebut Dana Tambahan Sangat Mendesak

Dalam sidang tersebut, Hegseth menyebut dunia saat ini berada dalam situasi yang sangat berbahaya sehingga membutuhkan langkah cepat dari pemerintah.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore