Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 September 2025 | 16.06 WIB

Sinopsis Film City of God (2002): Perjalanan Buscape di Tengah Kekerasan Favela

Alexandre Rodrigues dalam film City of God (Dok. IMDb) - Image

Alexandre Rodrigues dalam film City of God (Dok. IMDb)

JawaPos.com - City of God (Portugis: Cidade de Deus) adalah film kejahatan epik Brasil tahun 2002 yang disutradarai oleh Fernando Meirelles dan Katia Lund. Film ini memotret peralihan favelas Rio de Janeiro dari kejahatan kecil menjadi teror geng narkoba yang mendunia.

Skenario film ditulis oleh Braulio Mantovani berdasarkan novel semi-autobiografi Paulo Lins yang terbit tahun 1997. Meskipun mengikuti alur fiksi, kisahnya banyak terilhami oleh peristiwa nyata di favela Cidade de Deus.

Film dibuka dengan adegan kejar-kejaran ayam yang melintasi gang-gang sempit favela Cidade de Deus, memperlihatkan atmosfer kekerasan dan kekacauan sejak detik pertama layar terbuka.

Kisah kemudian melompat ke masa lampau, menelusuri kembali tahun 1960-an di mana kita diperkenalkan kepada Buscapé, putra seorang nelayan miskin yang bermimpi menjadi fotografer demi melarikan diri dari kenyataan keras favela.

Buscape tumbuh remaja dan sempat bergabung dengan kelompok remaja "Hippie", namun ia tetap mempertahankan passion di dunia fotografi, mencatat setiap detik kehidupan di antara kekerasan dan kemiskinan yang merajalela.

Di sisi lain favela, Ze Pequeno mulai membangun kerajaannya sebagai penguasa narkoba bersama sahabatnya, Bene. Kekejaman Ze dalam menegakkan kekuasaan menebarkan ketakutan di setiap sudut Cidade de Deus.

Buscape yang relatif polos, terjebak di tengah konflik antar geng, menjadi saksi bisu perseteruan Ze Pequeno dan kelompok kriminal lainnya yang saling berebut wilayah dan pengaruh.

Cinta pertama Buscape, Angelica, turut menambah konflik batin ketika ia patah hati lalu menyaksikan Angelica lebih memilih Bene, semakin menjauhkan dirinya dari sisi kemanusiaan favela yang masih tersisa.

Ketegangan memuncak saat persaingan geng berubah menjadi perang terbuka; ledakan kekerasan dan perampokan brutal menghantui setiap hari, meninggalkan traumatik bagi warga tak berdosa.

Sebagai narator dan "umat visual" favela, Buscape memutuskan menggunakan kamera untuk merekam kekerasan yang terjadi, berharap foto-fotonya dapat mengungkap kengerian Cidade de Deus kepada dunia luar.

Pelan tapi pasti, kekuasaan Ze Pequeno mulai goyah setelah konflik internal dengan Bene, yang berusaha menahan sisi kemanusiaan Ze agar tidak sepenuhnya meledak menjadi pembantaian massal.

Di klimaks cerita, jatuhnya imperium Ze menandai awal babak baru favela; generasi "The Runts" anak-anak yang dulu menyaksikan kekerasan siap mewarisi dan meneruskan siklus kriminalitas dalam skala yang lebih tersebar dan tidak terkendali.

Akhir film menegaskan bahwa meski salah satu penguasa runtuh, kekerasan di Cidade de Deus tak pernah benar-benar sirna ia hanya bertransformasi dan menunggu penguasa baru untuk bangkit kembali.

Para pemeran utama, termasuk Alexandre Rodrigues, Leandro Firmino da Hora, Douglas Silva, dan debut Alice Braga, sebagian besar adalah warga asli favela. Pemilihan aktor non-profesional ini menambah kesan otentik dan intensitas narasi.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore