
Alexandre Rodrigues dalam film City of God (Dok. IMDb)
JawaPos.com - City of God (Portugis: Cidade de Deus) adalah film kejahatan epik Brasil tahun 2002 yang disutradarai oleh Fernando Meirelles dan Katia Lund. Film ini memotret peralihan favelas Rio de Janeiro dari kejahatan kecil menjadi teror geng narkoba yang mendunia.
Skenario film ditulis oleh Braulio Mantovani berdasarkan novel semi-autobiografi Paulo Lins yang terbit tahun 1997. Meskipun mengikuti alur fiksi, kisahnya banyak terilhami oleh peristiwa nyata di favela Cidade de Deus.
Film dibuka dengan adegan kejar-kejaran ayam yang melintasi gang-gang sempit favela Cidade de Deus, memperlihatkan atmosfer kekerasan dan kekacauan sejak detik pertama layar terbuka.
Kisah kemudian melompat ke masa lampau, menelusuri kembali tahun 1960-an di mana kita diperkenalkan kepada Buscapé, putra seorang nelayan miskin yang bermimpi menjadi fotografer demi melarikan diri dari kenyataan keras favela.
Baca Juga: Sinopsis Film One Flew Over The Cuckoo's Nest: Ketika Tawa Menjadi Senjata Melawan Otoritas
Buscape tumbuh remaja dan sempat bergabung dengan kelompok remaja "Hippie", namun ia tetap mempertahankan passion di dunia fotografi, mencatat setiap detik kehidupan di antara kekerasan dan kemiskinan yang merajalela.
Di sisi lain favela, Ze Pequeno mulai membangun kerajaannya sebagai penguasa narkoba bersama sahabatnya, Bene. Kekejaman Ze dalam menegakkan kekuasaan menebarkan ketakutan di setiap sudut Cidade de Deus.
Buscape yang relatif polos, terjebak di tengah konflik antar geng, menjadi saksi bisu perseteruan Ze Pequeno dan kelompok kriminal lainnya yang saling berebut wilayah dan pengaruh.
Cinta pertama Buscape, Angelica, turut menambah konflik batin ketika ia patah hati lalu menyaksikan Angelica lebih memilih Bene, semakin menjauhkan dirinya dari sisi kemanusiaan favela yang masih tersisa.
Ketegangan memuncak saat persaingan geng berubah menjadi perang terbuka; ledakan kekerasan dan perampokan brutal menghantui setiap hari, meninggalkan traumatik bagi warga tak berdosa.
Sebagai narator dan "umat visual" favela, Buscape memutuskan menggunakan kamera untuk merekam kekerasan yang terjadi, berharap foto-fotonya dapat mengungkap kengerian Cidade de Deus kepada dunia luar.
Pelan tapi pasti, kekuasaan Ze Pequeno mulai goyah setelah konflik internal dengan Bene, yang berusaha menahan sisi kemanusiaan Ze agar tidak sepenuhnya meledak menjadi pembantaian massal.
Di klimaks cerita, jatuhnya imperium Ze menandai awal babak baru favela; generasi "The Runts" anak-anak yang dulu menyaksikan kekerasan siap mewarisi dan meneruskan siklus kriminalitas dalam skala yang lebih tersebar dan tidak terkendali.
Akhir film menegaskan bahwa meski salah satu penguasa runtuh, kekerasan di Cidade de Deus tak pernah benar-benar sirna ia hanya bertransformasi dan menunggu penguasa baru untuk bangkit kembali.
Para pemeran utama, termasuk Alexandre Rodrigues, Leandro Firmino da Hora, Douglas Silva, dan debut Alice Braga, sebagian besar adalah warga asli favela. Pemilihan aktor non-profesional ini menambah kesan otentik dan intensitas narasi.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
