Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 04.44 WIB

Komentar Ketua LSF Terkait Film Animasi Merah Putih One For All

Karakter animasi Merah Putih One For All diduga hasil curian dari desainer luar negeri (Instagram @vektorkades) - Image

Karakter animasi Merah Putih One For All diduga hasil curian dari desainer luar negeri (Instagram @vektorkades)

JawaPos.com - Ketua LSF Naswardi angkat bicara terkait dengan film animasi Merah Putih One For All yang sempat menuai pro dan kontra di masyarakat sebelum penayangannya. Film ini rencananya akan tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025.

Naswardi mengatakan, film animasi Merah Putih One For All dinyatakan lolos sensor karena mematuhi semua aturan. Satu kali film ini dimasukkan ke LSF, langsung dinyatakan lolos.

"Dalam proses penyensoran dari sisi konten nihil. Artinya, tidak ada editing atau revisi dan langsung dinyatakan lolos," kata Naswardi saat ditemui di bilangan Jakarta Selatan, Rabu (13/8).

Menurut dia, saat melakukan sensor film, LSF berpegangan pada sejumlah poin penting. Sebuah film tidak menampilkan unsur pornografi yang membangkitkan gairah bagi penonton, tidak menampilkan kekerasan secara tidak proporsional, tidak merendahkan martabat manusia, tidak melakukan perbuatan melanggar hukum, dan lain-lain.

Dari kriteria-kriteria sensor film yang telah dipatok, film animasi Merah Putih One For All memenuhi semuanya sehingga diterbitkan tanggal lulus sensor.

Terkait kualitas jelek pada film Merah Putih One For All garapan sutradara Endiarto sebagaimana ramai di media sosial, dia menegaskan tidak masuk ke ranah itu. Sebab, LSF tidak punya kewenangan untuk menilai kualitas sebuah film. 

"Namun berkaitan dengan kritik film ini, semestinya memang harus diperhatikan oleh pembuat filmnya. Karena kaitannya dengan apresiasi penonton," ungkap Naswardi.

Secara terpisah, Endiarto selaku sutradara mengaku heran kenapa pengguna media sosial malah menganggap film animasi Merah Putih memiliki kualitas suara dan gambar yang jelek, padahal filmnya belum tayang di bioskop. 

"Itu tahu dari mana suara dan visualnya jelek? Filmnya saja belum tayang. Ditonton dulu baru nanti memberikan penilaian. Film ini targetnya untuk anak SD dan SMP," ungkapnya.
 
 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore