
Film My Oxford Year. (Instagram @sofiacarson)
JawaPos.com – Film My Oxford Year mengisahkan Anna de la Vega (Sofia Carson), seorang mahasiswi pascasarjana asal Amerika Serikat yang memutuskan menunda karier bergaji tingginya demi menempuh pendidikan puisi Victoria di Universitas Oxford.
Dilansir dari laman Roger Erbert pada Senin (4/8), dalam perjalanannya sebagai mahasiswa asing, Anna dihadapkan pada berbagai dinamika, mulai dari adaptasi budaya hingga konflik pribadi.
Segalanya berubah saat ia bertemu Jamie Davenport (Corey Mylchreest), pria Inggris menawan yang ternyata merupakan dosen sekaligus satu-satunya pengajarnya di semester tersebut.
Pertemuan pertama mereka berlangsung panas dan memicu permusuhan, tetapi hubungan keduanya perlahan berkembang menjadi kisah cinta yang romantis.
Jamie menunjukkan sisi lembutnya dengan menghadiahkan buku langka, sementara Anna mulai mempertanyakan kembali prioritas hidupnya.
Meski mereka menyepakati hubungan yang ringan dan sementara, perasaan mendalam mulai tumbuh, dan Anna harus memilih antara cinta atau ambisi profesionalnya di Amerika.
Konflik meningkat ketika Anna curiga bahwa Jamie masih menjalin hubungan dengan wanita lain. Namun, situasi berubah drastis ketika ia mengetahui bahwa Jamie sebenarnya menyembunyikan diagnosis penyakit kanker langka yang mengancam nyawanya.
Ketegangan emosional dalam hubungan mereka meningkat tajam, menjadikan film ini beralih dari romansa ringan menjadi drama penuh duka dan keputusan sulit.
Sebagai informasi, film ini diadaptasi dari novel karya Julia Whelan dan disutradarai oleh Iain Morris secara global tayang di platform Netflix.
Meskipun premis awalnya menjanjikan romansa pelarian seperti Before Sunrise atau Roman Holiday, nuansa cerita berubah ketika tragedi muncul di pertengahan cerita.
Chemistry antarpemeran, Sofia Carson dan Corey Mylchreest, dinilai kurang menghidupkan dinamika hubungan karakter mereka, meskipun latar Oxford yang ikonik memberi sentuhan visual yang menarik.
Secara keseluruhan, My Oxford Year menghadirkan perpaduan antara romansa dan refleksi kehidupan, namun perubahan nada yang mendadak serta penokohan yang kurang mendalam membuat film ini kehilangan potensi penuh sebagai kisah cinta yang menggugah.
Kendati demikian, film ini tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi penonton yang menyukai latar akademik, elemen lintas budaya, dan romansa bertema pilihan hidup yang kompleks. (*)

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
