JawaPos.com-Film Joker: Folie à Deux merupakan sekuel dari film berjudul Joker yang sukses besar pada tahun 2019 silam. Kesuksesan film itu membuat produksi film sekuelnya sangat dimanjakan diberi bujet untuk biaya produktif sekitar 4 kali lipat lebih besar dari film sebelumnya.
Film Joker: Folie à Deux kembali mempertemukan sutradara Todd Phillips dengan aktor Joaquin Phoenix. Selain itu, film ini juga dibintangi oleh Lady Gaga, aktris yang membuat film ini jadi semakin dalam drama psikologisnya.
Sebelum memonton film Joker: Folie à Deux atau Joker 2, ada baiknya menyimak sejumlah faktanya.
1. Biaya Produksi Bernilai Fantastis
Joker pertama biaya produksi hanya menghabiskan dana sebesar USD 55 juta. Kesuksesan film itu di seluruh dunia membuat sutradara Todd Phillips diberikan kepercayaan untuk membuat film sekuel dengan badjet bernilai fantastis sekitar USD 190 juta hingga USD 200 juta.
2. Dibintangi Lady Gaga
Film Joker: Folie à Deux dibintangi Lady Gaga. Dana yang membengkak di film sekuel ini, salah satunya untuk mendatangkan Lady Gaga yang memerankan karakter Harleen "Lee" Quinzel alias Harley Quinn, yang terinspirasi oleh karakter komik Harley Quinn.
Lady Gaga tertarik terlibat dalam film Joker: Folie à Deux karena terpukau akan kesuksesan film Joker tahun 2019 silam. Selain itu, Lady Gaga mengaku tertarik terlibat dalam versi sekuel juga karena karakter yang diperankannya di film ini belum pernah dia perankan sebelumnya.
3. Diwarnai Elemen Musikal
Film Joker: Folie à Deux diwarnai elemen musikal untuk memperkuat cerita. Misalnya saat momen Arthur dan Lee mengekspresikan perasaan cinta mereka melalui nyanyian dan tarian. Lagu-lagu di film ini juga bertujuan untuk mengurangi ketegangan di dalam film. Film sekuel ini lagi-lagi memperlihatkan kemampuan akting Joaquin Phoennix dengan sangat baik.
4. Adu Peran Lady Gaga dan Joaquin Phoenix
Joker dan Harley dikenal dengan hubungan romantis mereka yang sama-sama gila. Dalam komik, cinta mereka digambarkan beracun. Di film Joker: Folie à Deux, sesuai dengan judulnya, merujuk pada istilah medis untuk gangguan mental yang identik atau serupa yang memengaruhi dua orang atau lebih.
Sebagian besar film ini menampilkan adegan-adegan saat Arthur berada di Arkham Asylum sembari menunggu persidangan atas kejahatan yang dia lakukan di film pertama. Selain itu, film ini menampilkan momen di persidangan atas konsekuensi perbuatan pidana yang dilakukannya. (*)