Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Agustus 2024 | 16.59 WIB

Heartbreak Motel, Kisah Keluar dari Hubungan Toksik dan Trauma yang Kelam dan Mencekam

Reza Malik (Reza Rahadian) dan Ava (Laura Basuki) dalam aktingnya di film  Heartbreak Motel. (Foto: Visinema Pictures) - Image

Reza Malik (Reza Rahadian) dan Ava (Laura Basuki) dalam aktingnya di film Heartbreak Motel. (Foto: Visinema Pictures)

JawaPos.com - Waktu berlalu, tapi tidak dengan hantu-hantu dari masa lalu. Di tengah karier aktingnya, Ava Alessandra diuji dengan traumanya yang terus muncul. Dia melarikan diri. Ava memilih menyepi, hidup sebagai petugas housekeeping.

Ava (Laura Basuki) merintis kariernya dari nol. Dari bintang sampul majalah remaja, dia debut sebagai aktris. Proyek pertamanya besar: drama sejarah besutan sutradara idolanya. Lawan mainnya pun Reza Malik (Reza Rahadian), aktor populer favorit fans. Proyek itu juga menjadi awal hubungan asmaranya dengan Reza.

Kisah cinta tersebut berjalan penuh liku dan luka. Reza perlahan menunjukkan sisi toksik dan abusifnya, yang bahkan memancing kembali luka masa lalu Ava. Tak tahan dengan kekasihnya, Ava melarikan diri ke hotel. Dia tinggal dan bekerja sebagai petugas housekeeping dengan nama samaran Maya.

Hotel menjadi tempat aman Ava. Di sana, dia bertemu dengan Raga (Chicco Jerikho), salah satu tamu long stay. Raga memperlakukan Ava dengan lembut dan tulus walau sang aktris masih dalam ’’penyamaran” pegawai biasa. Tapi, Maya memang maya. Hidup dan tanggung jawab sebagai Ava, juga profesinya sebagai aktris, harus berjalan. Dia wajib memilih: melanjutkan apa yang telah dilaluinya dengan Reza atau memulai awal baru dengan Raga.

Heartbreak Motel menuturkan kisah romansa –dengan segala pahit dan manisnya– dalam kemasan sinematik unik. Sutradara Angga Dwimas Sasongko menyampaikan cerita lewat kemasan audio dan visual yang didesain mendetail. Konflik yang dihadirkan di film terasa nyata walau dengan ’’dituturkan’’ lewat tokoh Ava, seorang aktris. Para tokoh pendukung –seperti Manajer Ava Tito (Pierre Gruno), Lara (Sheila Dara), dan Dahlia (Sita Nursanti), senior housekeeping– juga mampu mengimbangi drama intens antara para tokoh utamanya. Secara utuh, film alih wahana novel Ika Natassa itu mengemas kisah kelam dengan ’’mencekam’’, tapi tetap indah dan memiliki akhir yang optimistis.

Angga mengungkapkan, Heartbreak Motel menjadi proyek yang mahal, tapi kaya pelajaran. ’’Proyek ini mem-push aku sebagai sutradara dan profesional untuk going extra miles. Aku pengin ngebalikin esensi jatuh cinta pada sinema,” tegasnya dalam siniar bersama Merry Riana.

Pendiri Visinema Pictures itu menjelaskan, keputusan menggunakan kamera analog atau seluloid membuat proses produksi berlangsung dengan sangat hati-hati. ’’Kalau pakai film, satu rol aja cuma punya empat menit dan itu pun kita nggak tahu, apakah shoot-nya berhasil atau enggak. Perlu perencanaan, kerja sama, dan mindfulness,” imbuhnya. Angga mengakui, produksi Heartbreak Motel menjadi proyeknya yang paling tenang.

Sementara itu, kedua pemeran utama –Laura dan Reza– menyatakan kesamaan mereka dengan tokoh Ava dan Reza berhenti di profesi yang dijalani. ’’Aku enggak pernah melalui pengalaman atau masa lalu yang menyakitkan seperti Ava. Jadi, apa yang dia alami saat syuting tidak relevan dengan aku,” ungkap Laura. Sementara itu, Reza mengakui, Heartbreak Motel menarik karena menghadirkan ’’sisi lain’’ Ika yang segar. ’’Unlike buku-bukunya yang lain, yang romantis, tiba-tiba dia menulis tentang aktor, kemudian liku-liku kehidupan mereka dan drama yang dihadapi,” imbuhnya.

Chicco, yang memerankan Raga, menilai, tokohnya menantang karena subtil dan cukup ’’biasa” dibandingkan Reza atau Ava. ’’Raga ini memberikan sentuhan less is more. Proporsinya harus pas, tidak kurang, tidak lebih. Ini satu hal yang belum pernah saya lewatin selama produksi,” ujarnya. (fam/c7/ayi)

 

Raga (Chicco Jerikho) dan Ava (Laura Basuki) dalam aktingnya di film Heartbreak Motel. (Foto: Visinema Pictures)

Heartbreak Motel

  • Rating sensor: D 17
  • Durasi: 115 menit
  • Sutradara: Angga Dwimas Sasongko
  • Penulis naskah: Alim Sudio dan Angga Dwimas Sasongko, berdasar novel karya Ika Natassa
  • Pemeran: Laura Basuki, Reza Rahadian, Chicco Jerikho, Sheila Dara Aisha, Sita Nursanti, Pierre Gruno

 Trivia

- Angga telah lama ingin mengerjakan proyek adaptasi novel Ika. Dia sempat mengincar alih wahana A Very Yuppy Wedding dan Critical Eleven.

- Biaya produksi paling banyak tersedot untuk treatment film seluloid. Angga menyatakan, satu rol pita seluloid untuk empat menit rekaman bernilai sekitar Rp 8 juta. Proses cucinya juga harus dilakukan di Taiwan.

- Sheila Dara mengakui, tak ada arahan untuk karakter Lara sebelum syuting. Dia hanya mendapat brifing ’’nggak usah mikir, syuting aja” dari Angga.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore