
Reza Malik (Reza Rahadian) dan Ava (Laura Basuki) dalam aktingnya di film Heartbreak Motel. (Foto: Visinema Pictures)
JawaPos.com - Waktu berlalu, tapi tidak dengan hantu-hantu dari masa lalu. Di tengah karier aktingnya, Ava Alessandra diuji dengan traumanya yang terus muncul. Dia melarikan diri. Ava memilih menyepi, hidup sebagai petugas housekeeping.
Ava (Laura Basuki) merintis kariernya dari nol. Dari bintang sampul majalah remaja, dia debut sebagai aktris. Proyek pertamanya besar: drama sejarah besutan sutradara idolanya. Lawan mainnya pun Reza Malik (Reza Rahadian), aktor populer favorit fans. Proyek itu juga menjadi awal hubungan asmaranya dengan Reza.
Kisah cinta tersebut berjalan penuh liku dan luka. Reza perlahan menunjukkan sisi toksik dan abusifnya, yang bahkan memancing kembali luka masa lalu Ava. Tak tahan dengan kekasihnya, Ava melarikan diri ke hotel. Dia tinggal dan bekerja sebagai petugas housekeeping dengan nama samaran Maya.
Hotel menjadi tempat aman Ava. Di sana, dia bertemu dengan Raga (Chicco Jerikho), salah satu tamu long stay. Raga memperlakukan Ava dengan lembut dan tulus walau sang aktris masih dalam ’’penyamaran” pegawai biasa. Tapi, Maya memang maya. Hidup dan tanggung jawab sebagai Ava, juga profesinya sebagai aktris, harus berjalan. Dia wajib memilih: melanjutkan apa yang telah dilaluinya dengan Reza atau memulai awal baru dengan Raga.
Heartbreak Motel menuturkan kisah romansa –dengan segala pahit dan manisnya– dalam kemasan sinematik unik. Sutradara Angga Dwimas Sasongko menyampaikan cerita lewat kemasan audio dan visual yang didesain mendetail. Konflik yang dihadirkan di film terasa nyata walau dengan ’’dituturkan’’ lewat tokoh Ava, seorang aktris. Para tokoh pendukung –seperti Manajer Ava Tito (Pierre Gruno), Lara (Sheila Dara), dan Dahlia (Sita Nursanti), senior housekeeping– juga mampu mengimbangi drama intens antara para tokoh utamanya. Secara utuh, film alih wahana novel Ika Natassa itu mengemas kisah kelam dengan ’’mencekam’’, tapi tetap indah dan memiliki akhir yang optimistis.
Angga mengungkapkan, Heartbreak Motel menjadi proyek yang mahal, tapi kaya pelajaran. ’’Proyek ini mem-push aku sebagai sutradara dan profesional untuk going extra miles. Aku pengin ngebalikin esensi jatuh cinta pada sinema,” tegasnya dalam siniar bersama Merry Riana.
Pendiri Visinema Pictures itu menjelaskan, keputusan menggunakan kamera analog atau seluloid membuat proses produksi berlangsung dengan sangat hati-hati. ’’Kalau pakai film, satu rol aja cuma punya empat menit dan itu pun kita nggak tahu, apakah shoot-nya berhasil atau enggak. Perlu perencanaan, kerja sama, dan mindfulness,” imbuhnya. Angga mengakui, produksi Heartbreak Motel menjadi proyeknya yang paling tenang.
Sementara itu, kedua pemeran utama –Laura dan Reza– menyatakan kesamaan mereka dengan tokoh Ava dan Reza berhenti di profesi yang dijalani. ’’Aku enggak pernah melalui pengalaman atau masa lalu yang menyakitkan seperti Ava. Jadi, apa yang dia alami saat syuting tidak relevan dengan aku,” ungkap Laura. Sementara itu, Reza mengakui, Heartbreak Motel menarik karena menghadirkan ’’sisi lain’’ Ika yang segar. ’’Unlike buku-bukunya yang lain, yang romantis, tiba-tiba dia menulis tentang aktor, kemudian liku-liku kehidupan mereka dan drama yang dihadapi,” imbuhnya.
Chicco, yang memerankan Raga, menilai, tokohnya menantang karena subtil dan cukup ’’biasa” dibandingkan Reza atau Ava. ’’Raga ini memberikan sentuhan less is more. Proporsinya harus pas, tidak kurang, tidak lebih. Ini satu hal yang belum pernah saya lewatin selama produksi,” ujarnya. (fam/c7/ayi)
Raga (Chicco Jerikho) dan Ava (Laura Basuki) dalam aktingnya di film Heartbreak Motel. (Foto: Visinema Pictures)
Heartbreak Motel
Trivia
- Angga telah lama ingin mengerjakan proyek adaptasi novel Ika. Dia sempat mengincar alih wahana A Very Yuppy Wedding dan Critical Eleven.
- Biaya produksi paling banyak tersedot untuk treatment film seluloid. Angga menyatakan, satu rol pita seluloid untuk empat menit rekaman bernilai sekitar Rp 8 juta. Proses cucinya juga harus dilakukan di Taiwan.
- Sheila Dara mengakui, tak ada arahan untuk karakter Lara sebelum syuting. Dia hanya mendapat brifing ’’nggak usah mikir, syuting aja” dari Angga.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
