JawaPos.com - Penyanyi, penulis, sekaligus seniman Wieteke van Dort meninggal dunia di Den Haag, Belanda, pada 15 Juli 2024. Dia meninggal di usia 81 tahun akibat kanker hati yang menyebar ke paru-paru dan otak.
Wieteke van Dort dikenal publik Tanah Air saat membawakan lagu berjudul 'Geef Mij Maar Nasi Goreng'.
Wieteke van Dort juga dikenal publik sebagai seniman yang konsisten memperkenalkan budaya Indonesia ke publik Belanda lewat karakter Indo-Belanda sebagai Tante Lien dalam The Late Late Lien Show yang tayang di televisi di Belanda dan tayang pada jam utama.
Dia memulai kariernya di dunia hiburan sejak dekade 70-an. Banyak generasi anak-anak bertumbuh bersama hasil kreasinya.
Profil Wieteke van Dort
Louisa Johanna Theodora (Wieteke) van Dort lahir pada 16 Mei 1943 di Surabaya, Jawa Timur, saat masa pendudukan Jepang. Ayahnya meninggal dibunuh pada tahun 1945. Ibunya akhirnya memutuskan menikah lagi dan menetap di Belanda sejak tahun 1957.
Dilansir dari DHC Kunst, Wieteke Van Dort bersekolah di Lyceum Johan de Witt. Pada usia 15 tahun, ia menerbitkan kumpulan puisi yang didedikasikan untuk ibunya. Setelah itu, dia tampil di media sebagai 'penyair termuda di Belanda'.
Selain itu, dia juga beberapa tahun menimba ilmu di Sekolah Teater di Amsterdam dan dia bergabung dengan De Nieuwe Komedie/Toneelgroep Arena. Di bawah bimbingan Wim Kan dan Corry Vonk, dia pun berkembang menjadi seorang komedian.
Setelah menikah dengan psikoterapis dan artis Den Haag Theo Moody pada tahun 1970, dia berfokus pada pekerjaan untuk program radio dan TV. Pada saat itu, Wieteke Van Dort berhasil meraih popularitas dalam program televisi anak dan remaja.
Selain 'Oebele' dan 'JJ De Bom', ada 'De Stratemakeropzeeshow' di mana dia tampil bersama Aart Staartjes dan Joost Prinsen sebagai 'wanita terhormat'.
Antara Januari 1979 dan Februari 1981, Wieteke Van Dort mempersembahkan 'De Late Late Lien Show' untuk VARA TV. Program itu ditujukan untuk orang Indo-Belanda, tetapi ternyata sukses mendapat apresiasi dari publik luas.
Dengan wig abu-abu dan kacamata bundar tanpa lensa serta aksen India, Wieteke Van Dort berperan sebagai Tante Lien. Program itu berisi tentang sketsa, lagu, tarian tradisional, hingga cerita tentang Hindia Belanda kuno.
Seorang Seniman
Wieteke van Dort tidak hanya seorang aktris yang bermain di panggung teater dan bermain film. Dia juga merupakan seniman visual. Dia mengikuti kursus menggambar selama tiga tahun belajar selama satu tahun di Vrije Academie dan belajar sablon dari seniman Georg Hadeler. Dia telah mengadakan pameran di Belanda hingga ke negara-negara lain. Misalnya dia pernah membawa karyanya Biennale Internasional Seniman Muda Seni Visual ke-4 '75 (New York) dan berpartisipasi dalam Grand Prix Seni Kontemporer ke-12 di Monte Carlo pada tahun 1977.
Selama berkarier, Van Dort menerima banyak penghargaan. Untuk pekerjaan radio dan televisi, dia menerima Silver Harp dari Conamus Foundation dan dia menerima Edison untuk 'Noise Parrot Record'. Tqk hanya itu, program televisi 'JJ De Bom' juga dianugerahi disk Nipkow dan 'Het Klokhuis'.
Wieteke van Dort selalu terlibat secara sosial dan berkomitmen pada kegiatan amal. Untuk tujuan ini, dia diangkat menjadi Ksatria Orde Oranye-Nassau oleh Ratu Beatrix pada tahun 1999, dan dia juga menerima Medali Kota dari kotamadya Den Haag.
Menariknya, dia selalu membela para veteran Belanda dan veteran Hindia Timur. Pada tahun 1997, dia satu-satunya warga negara yang menerima Dekorasi Kehormatan atas Jasa Perak pada Hari Veteran Nasional.