JawaPos.com - Setelah film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa dan Ipar Adalah Maut, sutradara Hanung Bramantyo kini menggarap film Gowok Kamasutra Jawa dengan berkolaborasi bersama rumah produksi MVP Pictures.
Dalam kebudayaan Jawa, gowok merupakan sebutan untuk perempuan yang disewa dalam rangka mengajarkan tentang rumah tangga, termasuk tentang aktivitas seksualitas kepada laki-laki berusia remaja atau sebelum menikah.
Keluarga mempelai laki-laki menyewakan gowok untuk tujuan mengajarkan anak mereka sebelum memasuki jenjang pernikahan. Gowok akan mengajarkan, salah satunya tentang bagaimana memuaskan istri sekaligus memperkenalkan tubuh perempuan.
Hanung Bramantyo mengatakan, pihaknya sengaja menggunakan kamasutra dalam judul supaya publik lebih mudah memahami filmnya. Kamasutra sendiri berasal dari teks kuno India yang dalam bahasa Sanskerta berarti erat kaitannya tentang seksualitas, erotisme, dan pemenuhan emosi dalam kehidupan.
"Kamasutra kan dari India. Itu sebuah buku yang berisi tentang tata cara atau pendidikan seksual pasangan yang sudah menikah. Sementara di Jawa ada itu namanya Serat Centhini. Tapi kalau saya menyebut Centhini yang tahu sedikit hanya orang Jawa. Kalau saya menyebut ini film Kamasutra Jawa, mungkin orang akan paham," ujar Hanung Bramantyo dalam keterangannya, Jumat (12/7).
Ide pembuatan film ini berasal dari Hanung. Pada saat film Gowok Kamasutra Jawa dibicarakan dengan rumah produksi, mendapat sambutan yang positif. Hanung pun sangat bersyukur idenya direspons serius.
"Saya merasa Pak Raam yang memang menyukai hal-hal yang sifatnya unik. Sejak awal bikin film sama Pak Raam itu unik semua. Mulai dari Sang Pencerah, Cinta Tapi Beda, Soekarno dan yang terakhir Tuhan Izinkan Aku Berdosa," kata Hanung Bramantyo.
Meskipun film ini mengambil cerita kamasutra, Hanung memastikan tidak akan menampilkan adegan vulgar yang menggambarkan adegan seksual.
"Film ini nggak akan seperti Kama Sutra: A Tale of Love karya Mira Nair. Saya tidak akan menampilkan adegan-adegan yang membuat penonton merasa jijik. Jadi penonton jangan khawatir, saya juga tahu kok batas-batas itu," katanya.
Film Gowok Kamasutra Jawa ditargetkan Hanung Bramantyo untuk kebutuhan industri dan bukan untuk kepentingan festival saja.
"Saya bikin film untuk orang Indonesia dan marketnya Indonesia, tapi kalau dibawa ke luar negeri saya merasa masih bisa relate. Ini masalah umum nggak cuman masalah Indonesia aja," ujarnya..
Film Gowok Kamasutra Jawa dibintangi oleh Raihaanun, Lola Amaria dan Reza Rahadian. Selain itu, film ini juga diperkuat oleh Ali Fikry, Nayla Denny Purnama, Slamet Rahardjo, Djenar Maesa Ayu, Aldy Bias, Donny Damara, dan masih banyak lagi yang lainnya.