JawaPos.com - Betharia Sonata merupakan penyanyi yang populer di era 80-an dan 90-an di dunia musik Tanah Air. Mantan istri aktor spesialis laga Willy Dozan tidak kurang dari 30 album solo telah dirilisnya selama masih aktif berkarya.
Namun kini, Betharia Sonata dikabarkan mengalami sakit stroke dan dirawat di rumah sakit, berdasarkan foto yang beredar dan viral di media sosial. Betha, sapaan akrabnya, sempat dijenguk oleh Willy Dozan di rumah sakit.
Namun sayangnya belum ada yang bersedia untuk bicara tentang hal ini baik manajer, Leon Dozan, ataupun Willy Dozan. JawaPos.com menghubungi sekaligus mengirimkan pesan singkat ke mereka namun belum ada tanggapan apa pun.
Kiprah Betharia Sonata di Dunia Musik
Betharia Sonata memulai karier di dunia musik sejak tahun 1981 dengan meliris album berjudul Kau Tercipta Untukku. Nama dari album ini merujuk pada film dengan judul sama yang tayang pada tahun 1980 atau sekitar satu tahun sebelum album ini dirilis.
Di tahun 1981, Betharia Sonata merilis Pop Minang Vol. I dan Pop Minang Vol. II. Pada tahun 1982, ibunda Leon Dozan kembali merilis album berjudul Kau untuk Siapa dan Lagu Pop Indonesia Vol. III.
Kemudian disusul dengan album Betharia Sonata berikutnya berjudul Aku Ingin Cinta Yang Nyata,Kau Sungguh Kejam, dan lain-lain. Pada tahun 1985, dia kembali merilis album berjudul Hati Seorang Wanita yang judulnya terinspirasi dari sebuah film dengan judul sama rilisan tahun 1984.
Pada tahun yang sama, Betharia Sonata kembali merilis album berjudul Dia Madu Cintaku. Di tahun 1986, Betha merilis album Yang Selalu Kusayang.
Momentum popularitas Betharia Sonata terjadi pada tahun 1987 dimana albumnya berjudul Hati yang Luka sukses dengan lagu andalan Hati yang Luka. Kesuksesan album Hati yang Luka membuat nama Betharia Sonata melejit tidak terbendung di era 80-an.
Lagu andalan di album tersebut berjudul Hati yang Luka sangat populer pada masanya hingga dibawakan dalam berbagai versi. Kendati demikian, lagi ciptaan Obbie Messakh tersebut pernah dicekal oleh Menteri Penerangan karena liriknya dianggap terlalu pesimis dan cengeng.
Kesuksesan lagu Hati Yang Luka nyatanya mampu mengantarkan Betharia Sonata meraih Golden Kaset HDX untuk album Hati yang Luka.
Setelah sukses dengan album tersebut, Betharia Sonata tetap aktif berkarya merilis album berikutnya berjudul Tinggal Mimpi, Satu Tanda Tangan, Tak Mungkin Lagi, Seandainya, Memoriku Di Karaoke, Best of Betharia Sonatha Karaoke,dan lain-lain.
Kesuksesan lagu-lagunya selama aktif berkarya membuat Betharia Sonata bisa hidup meski seandainya dia tidak bekerja sama sekali. Pasalnya, dia mendapat royalti sebesar Rp 100 juta setiap tahunnya.