
Taylor Swift, Ethan Hawke, Joshua Aaron Charles, dan Post Malone untuk video klip ‘Fortnight’ di album The Tortured Poets Department./ (X/@taylorswift13)
JawaPos.com – Taylor Swift, dengan album terbarunya ‘The Tortured Poets Department’, membawa kita ke dalam dunia puitis yang sarat dengan metafora dan narasi yang mendalam.
Album ini, yang telah memecahkan rekor streaming sejak dirilis pada 19 April 2024, menawarkan pengalaman unik bagi penggemar untuk mendengarkan langsung komentar dari Swift tentang setiap lagu.
Album The Tortured Poets Department ini tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga memberikan pengalaman mendalam bagi para penggemar melalui melodi dan liriknya yang penuh metafora.
Dilansir dari Variety, Selasa (23/4), Taylor Swift baru-baru ini menjelaskan beberapa arti di balik lagu-lagu di album ini melalui penjelasan track-by-track yang disediakan oleh Swift bersama Amazon Music.
Inspirasi dan Makna di Balik Lagu-lagu di Album The Tortures Poets Department
Taylor Swift memberikan wawasan tentang inspirasi di balik beberapa lagu dalam album ini.
Dengan mengaktifkan Alexa dan mengatakan, “Saya anggota 'The Tortured Poets Department,” penggemar dapat menyelami inspirasi di balik setiap lagu dalam album ini.
Swift mengungkapkan tema-tema fatalisme, kehilangan, dan mimpi yang hilang yang menjadi benang merah album ini, ia membahas inspirasi dan makna di balik lima lagu berikut ini:
1. ‘Fortnight’ (feat. Post Malone) yang Mengusung Tema Fatalisme
Lagu pembuka album ini mengeksplorasi tema fatalisme dengan lirik hiperbola dan dramatis seperti, “I love you, it’s ruining my life,” yang berarti “Aku mencintaimu, itu merusak hidupku.”
‘Fortnight’ adalah lagu yang menampilkan banyak tema umum yang dirasakan banyak orang. Salah satunya adalah fatalisme—kerinduan, keinginan yang tak tercapai, mimpi yang hilang," kata Swift tentang ‘Fortnight’.
“Saya pikir ini adalah album yang sangat fatalistik karena ada banyak baris lirik yang sangat dramatis tentang hidup atau mati. Berisi hal-hal yang sangat hiperbolik dan dramatis untuk dikatakan. Album ini memang seperti itu,” ungkap Taylor Swift.
2. Metafora dalam ‘My Boy Only Breaks His Favorite Toys’
Taylor Swift memecah metafora dalam lagu ‘My Boy Only Breaks His Favorite Toys,’ memberikan wawasan tentang bagaimana dia menggunakan simbolisme untuk menyampaikan emosi dan cerita di album ini.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
