Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Maret 2024 | 19.53 WIB

Sinopsis Godzilla x Kong: The New Empire, Bersatu demi Melawan Titan

Godzilla vs Kong: The New Empire - Image

Godzilla vs Kong: The New Empire

Masih banyak monster yang hidup di Hollow Earth. Meski tak terdeteksi, mereka punya kemampuan tak terduga untuk menghancurkan kehidupan manusia. Situasi genting itu memaksa Kong dan Godzilla bersatu untuk melawan para Titan.

---

SINYAL misterius menggaung. Keberadaannya membangunkan Godzilla, yang selama ini tertidur di Colosseum. Sinyal itu juga dirasakan Jia (Kaylee Hottle), satu-satunya keturunan suku Iwi yang masih hidup. Dia meyakini, sinyal tersebut berhubungan dengan Kong, yang dianggap sebagai penyelamat di suku Iwi.

Kemunculan sinyal itu membuat Jia berhalusinasi dan bersikap aneh, membuat Dr Ilene Andrews (Rebecca Hall), sang ibu angkat, khawatir. Dengan bantuan radar Monarch, sinyal tersebut diketahui berasal dari daerah tak terpetakan di dalam Hollow Earth. Andrews segera bergerak cepat. Dia mengajak Trapper (Dan Stevens), dokter hewan spesialis Titan, dan penggila teori konspirasi Bernie Hayes (Brian Tyree Henry). Jia yang bersikukuh ikut juga diajak.

Penjelajahan itu membawa mereka ke suku Iwi yang mendiami Hollow Earth. Dari sanalah, mereka tahu, Kong sedang dalam bahaya. Kong terluka setelah menghadapi Skar King, Titan dari spesiesnya yang jahat. Skar King memiliki pasukan serta mengendalikan Shimo, Titan purba berkekuatan es.

Situasi timpang itu membuat Andrews dan kawan-kawan harus berpikir cepat. Untuk mengimbangi kekuatan, mau tak mau, Kong harus meminta bantuan Godzilla. Suku Iwi pun ikut membantu dengan membangunkan Mothra, Titan purba pelindung mereka. Pertanyaannya: apakah Godzilla dan Mothra mau bekerja sama?

Godzilla x Kong mengambil pendekatan cerita yang berbeda dengan instalasi MonsterVerse sebelumnya. Film besutan Adam Wingard itu fokus pada sudut pandang para Titan, khususnya Kong. Peran para tokoh manusia minimal. Proyek itu pun menjanjikan aksi laga monster raksasa yang eksentrik ala film kaiju lawas. Hanya di Godzilla x Kong, penonton bakal menemui Kong dengan tangan bionik bersatu dengan Godzilla berpunggung merah muda menyala.

Wingard mengungkapkan, di Godzilla x Kong, dirinya ingin menampilkan dinamika unik Godzilla-Kong. ’’Mereka seperti buddy cop, yang tak suka satu sama lain, tapi harus bekerja sama. Kesatuan yang tak mudah, tapi pada akhirnya mereka adalah ’penguasa’. Godzilla di dunia permukaan, sedangkan Kong di dalam Hollow Earth,” imbuhnya.

Di Godzilla x Kong, tokoh manusia yang cukup menyita perhatian justru Trapper, dokter hewan/ilmuwan gila yang diperankan Dan Stevens. Dia menyatakan, karakter tersebut seru untuk diperankan. ’’Dia punya vibe 80-an dan sebagai anak yang besar di era itu, rasanya jelas nostalgia sekali. Dia juga punya sisi sembrono dan selera humor, bahkan di situasi carut-marut sekali pun,” ujarnya.

Sayang, di balik aksi fantastisnya, cerita Godzilla x Kong cukup rapuh. Bagian awal terlalu fokus pada sisi ’’manusia”. Keberadaan suku Iwi, yang sebenarnya potensial sebagai penggerak cerita, justru menjadi sebatas pemanis. Durasi nyaris dua jam terasa mubazir karena bagian terbaik justru muncul di paro kedua film. (fam/c7/ayi)

GODZILLA X KONG: THE NEW EMPIRE

Durasi: 115 menit

Rating sensor: SU

Sutradara: Adam Wingard

Penulis naskah: Terry Rossio, Simon Barrett, Jeremy Slater berdasar karakter Toho Godzilla dan Mothra

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore