
Perfect Strangers. (Prime Video)
JawaPos.com – Sahabat biasanya adalah orang yang paling mengenal diri kita. Tak ada rahasia yang disembunyikan. Meyakini hal itu, tujuh orang duduk di satu meja dan melakukan permainan ponsel. Namun, ternyata hubungan mereka begitu rapuh. Hal itu dikisahkan dalam film Perfect Strangers. Film besutan Rako Prijanto tersebut dirilis Kamis (20/10) lalu di platform Prime Video.
Suatu malam, tujuh sahabat berkumpul untuk makan malam dalam rangka house warming. Ada tiga pasangan suami-istri. Yakni, Anjas-Kesha (Denny Sumargo-Jessica Mila) yang baru menikah, Wisnu-Imelda (Adipati Dolken-Clara Bernadeth) yang dingin satu sama lain, dan Enrico-Eva (Darius Sinathrya-Nadine Alexandra) yang punya pola asuh berbeda pada anak ABG mereka. Satu lagi adalah Tomo (Vino Giovanni Bastian) yang mengaku punya pacar baru, namun sang pacar berhalangan hadir.
Di awal film, kita akan menyaksikan bagaimana tujuh sahabat itu saling melempar candaan dan cerita. Tiba-tiba Eva mengusulkan sebuah permainan. Semua ponsel harus ditaruh di tengah meja makan. Setiap pesan, surel, dan telepon yang masuk harus dibaca dengan lantang atau dijawab dengan speaker. Transparan, tanpa rahasia.
Permainan yang semula penuh tawa berangsur berubah. Setiap rahasia, sisi kelam, dan aib terbongkar dari ponsel. Membuat ketujuh sahabat saling bertanya, apakah mereka benar-benar dekat atau sekumpulan orang asing yang tak kenal satu sama lain. Persahabatan mereka hancur.
Perfect Strangers merupakan adaptasi resmi dari film Italia berjudul Perfetti Sconosciuti karya Paolo Genovese. Film yang dirilis pada 2016 itu sudah diadaptasi di 23 negara. ’’Secara cerita dan karakter masih sama kok,’’ ujar penulis naskah Alim Sudio kepada Jawa Pos Selasa (18/10) sore.
Untuk memberi ciri khas dan perbedaan, Perfect Strangers versi Indonesia memuat sejumlah elemen lokal. Misalnya, mitos Batara Kala yang menyertai gerhana bulan, setting cerita yang muncul di versi Italia. Penggambaran lokasi pun benar-benar mencerminkan ciri khas Jakarta. Mulai dari kemacetan, busway, hingga MRT.
Sama seperti versi asli dan adaptasi lainnya, alur Perfect Strangers cukup rapi. Plot diawali dengan pengenalan karakter dan setting. Cerita berangsur menegang saat rahasia setiap karakter terbongkar di meja makan. Puncaknya, mereka meledak dalam amarah dan frustrasi karena dikhianati orang terdekat. Semua terjadi di satu lokasi, yakni ruang makan apartemen Enrico-Eva.
Setiap cast pun berusaha memperkuat karakter mereka. Nadine, misalnya, berkonsultasi dengan konsultan hubungan agar bisa mendalami peran Eva sebagai terapis. Clara, yang saat itu belum menikah, bertanya ke beberapa orang yang sudah berkeluarga untuk mengetahui dinamika perannya. Sementara itu, Adipati mencoba membayangkan bagaimana jika dia dan istrinya, Canti Tachril, hidup bersama mertua.
Cerita Perfect Strangers Indonesia kurang lebih sama dengan versi aslinya. Namun, di pengujung film, kita diingatkan lagi tentang hubungan kita dengan ponsel. Sejatinya benda kecil itu adalah sahabat karib kita. Ia tahu tentang kehidupan publik, pribadi, dan rahasia kita. ’’Itu membuat film ini bisa relate dengan banyak orang,’’ imbuh Rako.
DI BALIK LAYAR PERFECT STRANGERS
Setting cerita 1 malam itu membutuhkan proses syuting selama 25 hari.
Kontinuitas menjadi faktor paling penting. Rako dan tim harus memastikan peletakan properti sama persis di malam itu meski syuting berganti hari. ’’Gelas wine, misalnya. Itu harus benar letaknya. Jumlah wine di dalamnya juga harus presisi,’’ kata Rako.
Untuk menjaga kontinuitas penampilan, tiap cast didampingi satu tim wardrobe dan make-up. Mereka harus memastikan penampilan cast tidak mengalami perubahan selama syuting.
Rako sempat mengajak para pemain membangun chemistry dengan diskusi. Semula para cast utama pria (Darius, Vino, Adipati, dan Denny) yang diajak. ’’Mereka berempat harus ngobrol layaknya teman lama. Kan ceritanya udah berteman dari kecil,’’ papar Rako.
Untuk tiga cast perempuan (Mila, Clara, dan Nadine), awalnya Rako meminta Clara dan Nadine ngobrol berdua. Mila disertakan paling terakhir karena Kesha diceritakan bergabung ke pertemanan itu setelah menikah dengan Anjas.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
