
Top Gun: Maverick
JawaPos.com - Top Gun boleh dibilang merupakan salah satu film terbesar dan tersukses di era 1980-an. Dibintangi oleh Tom Cruise, Top Gun yang rilis pada Mei 1986 tersebut mengisahkan tentang sepak terjang seorang pilot Angkatan Laut AS yang cerdas namun gemblung bernama Pete 'Maverick' Mitchell.
Tahun ini, tepat 36 tahun berselang, Skydance Media dan Jerry Bruckheimer Films merilis sekuelnya yang berjudul Top Gun: Maverick. Tidak jauh berbeda dari film pertamanya, Top Gun: Maverick masih mempertontonkan kebolehan Tom Cruise sebagai Maverick dalam mengemudikan pesawat tempur dan melakukan sejumlah aksi gila yang sangat menghibur.
Top Gun: Maverick mengambil latar 30 tahun setelah kejadian di Top Gun. Maverick, yang sudah 3 dekade masih berpangkat kapten, kini dipindahtugaskan menjadi seorang pilot penguji pesawat.
Tidak butuh waktu lama bagi Maverick untuk membuat ulah di film ini. Belum 15 menit film berjalan, dia sudah membawa kabur sebuah pesawat hypersonic model baru dari markasnya setelah mendengar bahwa pemerintah berencana membubarkan program tersebut dan mengganti peran pilot dengan drone.
Tak cuma itu, Maverick juga memacu pesawat itu dengan kecepatan sangat tinggi hingga melewati mach 10, atau sekitar 12 ribu km/jam. Tak kuat dipacu sedemikian rupa, pesawat itu meledak berkeping-keping di udara. Maverick, yang tentunya selamat dari insiden, langsung disidang akibat ulahnya tersebut.
Hampir dipecat gara-gara aksi nekatnya, takdir rupanya berkehendak lain. Maverick dipanggil kembali ke TOPGUN, sekolah tempat ia menuntut ilmu dan mengasah kemampuannya sebagai pilot pesawat tempur di film pertama, untuk menjadi instruktur. Permintaan ini sendiri datang dari mantan rekannya, yakni Tom 'Iceman' Kazansky (Val Kilmer).
Iceman meminta Maverick untuk melatih enam pilot TOPGUN muda yang sudah melewati seleksi ketat. Keenamnya diberi tugas untuk melakukan misi berbahaya, yakni meledakkan uranium milik musuh yang disimpan di dalam bunker.
Persoalannya, bunker tersebut berada di kawasan yang sangat sulit dijangkau. Tingkat keamanan dan keberhasilan misi ini pun bisa dibilang sangat rendah karena bunker tersebut dijaga ketat oleh perlengkapan militer musuh yang siap menghancurkan siapa saja yang terdeteksi dalam radar. Satu-satunya cara mencapai bunker tersebut adalah dengan terbang rendah melewati jurang-jurang sempit dalam kecepatan tinggi.
Di sinilah peran Maverick dibutuhkan. Ia harus mengajarkan para pilot muda yang masih diliputi ego serta gairah membuncah untuk melakukan manuver sulit dalam tenggat waktu yang sangat sedikit dan, yang terpenting, pulang dalam keadaan selamat.
Bagi yang belum menyaksikan Top Gun, tidak perlu khawatir kebingungan. Film ini bisa disaksikan dan dinikmati tanpa perlu mengetahui detail apa yang terjadi di film pendahulunya. Beberapa elemen yang berhubungan dengan film pertamanya pun dijelaskan dengan sederhana dan padat lewat berbagai adegan flashback yang mudah dicerna.
Kesederhanaan jalan cerita yang dibalut dengan visual menakjubkan menjadi kekuatan utama dalam Top Gun: Maverick. Sutradara Joseph Kosinski boleh dibilang berhasil membawa penonton hanyut dalam keseruan dan ketegangan yang ada di sepanjang film. Beberapa karakter pendukung lain seperti Miles Teller, Glen Powell, Jennifer Connelly, dan Monica Barbaro juga layak mendapat apresiasi.
Adegan drama yang terjadi dalam Top Gun: Maverick juga disajikan dengan baik tanpa mendatangkan rasa bosan. Pergumulan Maverick untuk memaafkan dosa-dosa masa lalunya, ketegangan hubungan Maverick dengan Bradley 'Rooster' Bradshaw (Miles Teller), yang merupakan putra dari kompatriotnya, Nick 'Goose' Bradshaw di film pertama; hingga jalinan romansanya dengan Penny Benjamin (Jennifer Connelly), semua disajikan dalam porsi yang pas dan tidak mengganggu alur cerita.
Secara keseluruhan, Top Gun: Maverick adalah sebuah film yang sangat layak untuk ditonton. Top Gun: Maverick mungkin tidak akan sebesar film pertamanya, mengingat persaingan industri film kini sudah jauh lebih gila. Namun yang jelas, film ini adalah sebuah sekuel yang sempurna, meski penantiannya memakan waktu 36 tahun lamanya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
