
Photo
JawaPos.com - Baru-baru ini, sutradara Hanung Bramantyo menggarap project web series. Debut karyanya di bidang series berjudul 17 Selamanya itu dibintangi oleh Syifa Hadju dan Rizky Nazar.
Series ini cukup unik memadukan unsur budaya, sejarah, dan misteri. Namun, Hanung Bramantyo mengakui ada kekurangan saat menggarap series 17 Selamanya.
"Saya coba series seperti apa ya? Benar saja terjadi kesalahan. Saya merekrut kru layar lebar, harusnya kru sinteron," ucap Hanung Bramantyo dalam jumpa pers di bilangan Thamrin Jakarta Pusat Rabu (2/3).
Kesalahan yang dimaksud dengan merekrut kru dari layar lebar tentu bukanlah sebuah kesalahan tercela yang bisa mencoreng karya. Karena pada kenyataannya, hasil debut seriesnya jadi lebih unggul memiliki standar kualitas layar lebar.
"Tapi, ya begini jadinya lama," ucap suami Zaskia Adya Mecca tersebut.
Pengalaman pertama menggarap series diakuinya memerlukan adaptasi. Dia yang terbiasa menggarap film dengan durasi maksimal tontonan 2 jam, harus bekerja membuat series dengan durasi panjang. Otomatis dia harus bekerja lebih lama.
"Dulu banget saya pernah bikin sinteron, tapi saya berhenti, nggak kuat. Saya tipes di episode 7," tuturnya.
Hanung Bramantyo akhirnya menggarap series mengingat saat itu tidak ada wadah untuk dia berkreasi. Bioskop sudah lama tutup akibat pandemi Covid-19. Demi terus berkarya, ia pun memutuskan mengambil project series.
Hanung dalam kesempatan itu memuji akting yang diperlihatkan Syifa Hadju, Rizky Nazar, dan yang lainnya. "Stamina mereka luar biasa. Kok bisa ya, haha. Kalau ditawarin bikin series lagi, ya kita lihat dulu ini gimana," tuturnya.
Country Head WeTV dan Iflix Indonesia, Lesley Simpson, mengakui series ini cukup unik dan berbeda dari series yang ada di platformnya. 17 Selamanya mengombinasikan sejarah, fantasi, misteri, dan budaya.
"Mas Hanung karena asalnya dari Jogja, kami syuting di sana di banyak lokasi syuting yang bersejarah. Jalan ceritanya sangat menarik. Dia biasa bikin film, treatment-nya sama kayak bikin film," ungkapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
