Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 November 2021 | 02.48 WIB

Teluk Alaska dari Wattpad, Sahabat Kecil yang Ajarkan Pengorbanan

Teluk Alaska. (WE TV) - Image

Teluk Alaska. (WE TV)

Ana beruntung sekali. Dia bertemu dengan sahabat di masa kecilnya, Alister. Namun, Alister sudah menjelma menjadi sosok baru.

---

DI sekolah, Ana (Syifa Hadju) mendapat teman sekelas baru. Namanya Alister (Devano Danendra). Nama yang terasa tidak asing. Ana yakin betul bahwa dia adalah Alister sahabat kecilnya dulu. Keyakinan itu semakin kuat saat mengetahui Alister hobi menggambar. Persis seperti Alister sahabat kecilnya. Namun, Alister mengaku tidak pernah mengenal Ana.

Bahkan, kepribadian Alister yang dulu dikenalnya begitu manis juga telah berubah. Belasan tahun berpisah, Alister kini menjadi sosok yang dingin, cuek, egois, dan ketus. Semua itu dipicu orang tuanya.

Ayahnya sibuk bekerja, sedangkan ibunya sibuk dengan kehidupan sosialitanya. Upaya Ana mendekatkan diri dengan Alister tak berjalan mulus. Kehadiran Alister berhasil mencuri perhatian Tasya (Amara Sophie), siswi populer di sekolah.

Ana kerap menjadi bahan perundungan Tasya dan para pengikutnya. Apalagi ketika Ana mendapat kesempatan berdua dengan Alister. Misalnya, di episode awal ketika Ana dan Alister mendapat hukuman dari kepala sekolah.

Kejadian itu membuat Tasya semakin benci dengan Ana. Kini hubungan Ana dan Alister perlahan membaik. Alister merasakan hal yang sama setelah membaca buku diari Ana saat kerja kelompok. Keduanya semakin dekat.

Sutradara Adhe Dharmastria menyatakan, web series besutannya itu diadaptasi dari salah satu cerita Wattpad terlaris karangan Eka Ariyani dengan jumlah pembaca mencapai 60 juta lebih. Judulnya sama, Teluk Alaska. Pengembangan cerita dilakukan tim kreatif dan penulis skenario dari rumah produksi MD Entertainment.

’’Saya cuma mengoreksi dialog atau adegan yang mungkin sedikit keluar jalur,’’ kata Adhe. Dan, menambahkan adegan-adegan agar konflik semakin panas. Misalnya, ketika Alister baku hantam dengan Iqbal (Taha Tolu). ’’Padahal, kan di novel adegan itu tidak ada,’’ jelasnya.

Dalam serial tersebut, Ana dikisahkan memiliki sifat yang tenang, penurut, dan selalu berpikir positif. Menurut Syifa, karakter tersebut berbeda dengan dirinya di kehidupan nyata. ’’Aku masih realistis, nggak sepositif Ana. Dia (Ana, Red) terlalu baik,’’ ujarnya, lalu tertawa.

Begitu juga yang dialami dengan lawan mainnya, Devano. Putra bungsu pedangdut Iis Dahlia itu mengaku memiliki sifat yang berbeda 180 derajat dengan Alister. Hal itu jelas menjadi tantangannya dalam memerankan tokoh Alister. ’’Gesturnya beda, Alister cool. Sedangkan aku nggak bisa diam. Kebalikannya,’’ papar dia.

Di samping itu, Devano mengakui kemampuan aktingnya belum sebagus pemain lain. Terkadang dia gugup saat dihadapkan pada kamera. Beruntung, masa-masa reading dan workshop sebelum syuting dimanfaatkannya dengan maksimal.

Perihal chemistry, Syifa dan Devano mengatakan tidak mengalami kesulitan. Apalagi saat diharuskan beradegan romantis. Sebab, keduanya mengenal satu sama lain sejak lama. ’’Aku sama Dede ‒sapaan Devano‒ udah nggak canggung lagi. Ngerasa nggak ada gap aja,’’ timpal Syifa.

Meski ceritanya terdengar klasik karena mengambil latar belakang anak SMA, Adhe menuturkan perbedaannya. Di Teluk Alaska, tidak hanya ada drama percintaan remaja. Tapi juga pemahaman untuk belajar arti pengertian, pengorbanan, perjuangan, dan komitmen dalam sebuah hubungan. Entah itu kepada teman, pasangan, maupun keluarga. ’’Itu satu paket lengkap pesan-pesan moral yang ada di dalam Teluk Alaska,’’ ujar Adhe.

TRIVIA TELUK ALASKA


- Devano kembali berakting setelah dua tahun vakum. Begitu juga Indah Kalalo yang vakum setahun dan menikmati hidupnya di Bali bersama keluarga kecilnya.

- Syifa sempat mengeluh lantaran bosan berperan sebagai anak SMA terus-menerus.

- Teluk Alaska sebetulnya direncanakan untuk film bioskop, tapi karena sejumlah hal akhirnya dijadikan series.

- Proses produksi sekitar tiga bulan. Dimulai awal April hingga pertengahan Juni 2021.

- Syuting pernah dibubarkan saat menjelang PPKM pertama diterapkan.

- Hal itu mengakibatkan perampungan syuting molor sehari dari yang ditargetkan, menjadi 33 hari.

- Para kru dan cast rutin menjalani tes antigen tiga hari sekali.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore