Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 September 2021 | 00.07 WIB

'Penyalin Cahaya', Sebuah Film Perlawanan Terhadap Kekerasan Seksual

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Film Penyalin Cahaya karya sutradara Wregas Bhanuteja akan berlaga di Busan International Film Festival (BIFF) ke-26 di Korea Selatan pada 6-15 Oktober 2021 mendatang. Film ini mengangkat cerita tentang perlawanan terhadap kekerasan seksual.

Film ini diperkuat oleh aktor kawakan yaitu Lukman Sardi dan Ruth Marini dan sejumlah aktor dan aktri muda seperti Shenina Cinnamon, Chicco Kurniawan, Lutesha, Jerome Kurnia, Dea Panendra, dan Giulio Parengkuan.

Lukman Sardi dan Ruth Marini berperan sebagai orang tua Sur. Sementara tokoh utama yang memerankan karakter Sur dipercayakan kepada Shenina Cinnamon.

Konflik yang dialami Sur (Shenina Cinnamon) bermula sejak ia dihadapkan pada kenyataan pahit harus kehilangan beasiswa karena dianggap mencemarkan nama baik fakultas. Itu terjadi usai swafoto dirinya dalam keadaan mabuk beredar. Sur tidak ingat apa pun yang terjadi pada dirinya saat menghadiri pesta kemenangan komunitas teater di kampusnya. Dalam pesta tersebut, Sur tidak sadarkan diri.

Ia lantas meminta bantuan Amin (Chicco Kurniawan), teman masa kecilnya yang juga tukang fotokopi yang tinggal dan bekerja di kampus, untuk mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi pada dirinya pada malam pesta. Keberadaan kedua orang tua Sur berpengaruh besar terhadap perjalanan karakter Sur maupun konflik yang dialaminya.

Bagi Ruth Marini, berperan sebagai orang tua sejatinya bukan lah hal asing. Namun karakternya di film Penyalin Cahaya memberikan perbedaan, tantangan, serta keunikan tersendiri. Ruth Marini bahkan menyebut film ini sangat istimewa bagi dirinya secara personal.

"Saya memerankan karakter ibu dari seorang korban kekerasan seksual. Film ini memperlihatkan bagaimana karakter ibu Sur berjuang di antara masalah relasinya dengan suaminya, bertanggung jawab terhadap ekonomi keluarganya, mengalami rasa sedih serta malu atas peristiwa kekerasan seksual terhadap anaknya," ungkap Ruth Marini dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com Jumat (17/9).

Peraih penghargaan Aktris Monolog Terbaik dalam Festival Monolog se-Indonesia tahun 2017 silam menilai, film Penyalin Cahaya menjadi penting untuk banyak orang. Sebab, film ini memperlihatkan bahwa korban kekerasan seksual harus diberikan ruang yang aman untuk berbicara.

"Keluarga, terutama orang tua, berperan sangat besar terhadap perlindungan maupun pemulihan korban kekerasan seksual. Rasa percaya kepada keluarga dikembalikan karena keluarga adalah tempat kembali. Dan kesaksian para korban bisa didengar. Film ini juga mengembalikan rasa percaya kepada korban dan menunjukkan bahwa ia tidak sendirian," papar Ruth Marini.

Sementara ayah Sur digambarkan tidak memiliki hubungan kuat dengan anaknya. Yang ada di pikirannya hanya bagaimana caranya nama baik keluarga dan dia sebagai ayah terjaga. Dia lupa memikirkan perasaan maupun peristiwa yang terjadi pada anaknya.

"Dia lupa bahwa seorang anak yang telah menjadi dewasa juga punya harga diri, keinginan, rasa, dan hati. Harga diri bukan hanya milik ayah atau milik keluarga, apalagi kalau sudah menyentuh ke ranah pribadi," terang Lukman Sardi.

Selain film Penyalin Cahaya, adantiga film lain yang juga akan berlaga di Busan International Film Festival (BIFF) 2021. Ketiganya adalah Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, Yuni, dan Laut Memanggilku.

Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas dan film Yuni terseleksi masuk dalam program A Window on Asian Cinema. Film pendek Laut Memanggilku besutan Tumpal Tampubolon, terseleksi masuk ke dalam kompetisi film pendek program Wide Angle dalam Busan International Film Festival. Sementara film Penyalin Cahaya, diumumkan lulus seleksi masuk Busan International Film Festival untuk program New Currents.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore