Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 November 2023 | 18.40 WIB

Fenomena Musik K-Pop yang Mendunia dan Sisi Gelapnya

Ilustrasi Kota Seoul sebagai pusat industri Hallyu Korea (Pexels/Gije Cho). - Image

Ilustrasi Kota Seoul sebagai pusat industri Hallyu Korea (Pexels/Gije Cho).

JawaPos.com - K-Pop dan industri musik Korea telah menjadi fenomena global yang berkembang sejak diperkenalkan dan dipopulerkan oleh Pemerintah Korea Selatan.

‘Hallyu’, yang dikenal sebagai gelombang Korea, tidak hanya mencakup K-Pop, tetapi juga mencakup segala hal yang berhubungan dengan Korea

Mulai dari drama Korea hingga perawatan kulit, kecantikan, dan mode. Gelombang ‘Hallyu’ ini mempunyai dampak global yang sangat besar dan benar-benar mengubah cara pandang masyarakat terhadap Korea Selatan.

Dikutip dari The RCHK Truth, Selasa (14/11), musik pop Korea atau disingkat 'K-Pop', telah menjadi fenomena global sebab menampilkan melodi yang unik, koreografi yang lembut, video musik kelas atas, dan produksi besar-besaran dari setiap grup dan solois menambah daya tarik industri K-Pop.

Para idol K-Pop dilatih di bawah naungan agensi selama bertahun-tahun untuk menyempurnakan penampilan mereka, mengasah banyak keterampilan seperti menyanyi, menari, akting, dan bahasa.

K-Pop pertama kali dicetus di Korea Selatan dengan grup-grup seperti H.O.T., Wonder Girls, Girls Generation, dan banyak lagi, yang saat ini disebut sebagai ‘grup generasi pertama’.

Lagu Wonder Girls berjudul ‘Nobody’ dinyanyikan dalam empat bahasa, termasuk bahasa Inggris berhasil masuk ke daftar Billboard’s Hot 100, sehingga memperkenalkan K-Pop kepada penonton di dunia Barat.

Tak lama kemudian, penyanyi solo K-Pop, PSY merilis hit 'Gangnam Style'. PSY mengatakan bahwa lagu itu hanya dimaksudkan sebagai lelucon, meskipun langsung meledak di YouTube, mencapai lebih dari tiga miliar penayangan, mencetak rekor video musik yang paling banyak ditonton.

Grup K-Pop biasanya melakukan ‘comeback’ (merilis mini album/full album baru) setiap tahunnya. Pihak agensi melakukan hal tersebut untuk memastikan grup tetap aktif.

Meskipun hal itu membuat para penggemar puas, para idola sering kali bekerja terlalu keras. Mereka terkadang harus istirahat untuk memprioritaskan kesehatan mentalnya, seperti Mina dan Jeongyeon TWICE yang sebelumnya hiatus.

Kebanyakan orang ragu untuk mendengarkan K-Pop karena kendala bahasa. Orang lebih suka mengetahui semua lirik lagu yang mereka sukai dalam bahasa yang mereka kenal.

Selain itu, ada pula yang menganggap penggemar K-Pop, atau ‘stan’, menjengkelkan karena mereka percaya bahwa mereka hanya mendengarkan musik K-Pop karena mereka memuja budaya Korea.

Namun, bagi sebagian besar penggemar K-Pop, pernyataan tersebut tidak benar karena beberapa grup menampilkan anggota dari etnis yang berbeda.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore