Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Mei 2021 | 03.49 WIB

Badai Pasti Berlalu, Sinetron yang Diangkat dari Novel Legendaris

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Rumah produksi SinemArt menghadirkan sinetron Badai Pasti Berlalu dengan diperkuat oleh bintang muda berbakat. Mereka adalah Stefan William, Immanuel Caesar Hito dan Michelle Ziudith.

Badai Pasti Berlalu dulunya adalah sebuah cerita bersambung yang dimuat di sebuah surat kabar nasional. Di tahun 1974, Marga T mengangkatnya menjadi sebuah novel dan banyak terjual serta menjadi perbincangan para penikmat sastra pada masa itu.

Kepopuleran Badai Pasti Berlalu semakin ditambah dengan dibuatkan lagu oleh Erros Djarot dan dinyanyikan oleh mendiang Chrisye. Di tahun 1977, Badai Pasti berlalu juga dibuatkan film dengan dibintangi oleh Christine Hakim, Roy Marten dan Slamet Rahardjo.

Melengkapi kepopulerannya, novel ini kini diangkat menjadi sinetron oleh rumah produksi SinemArt dan akan segera tayang di SCTV. Sinetron ini mengambil lokasi syuting di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain bakal dimanjakan oleh cerita yang menarik diambil dari novel legendaris, sinetron ini juga akan memanjakan para penonton akan eksotisme alam Labuan Bajo.

Indrayanto Kurniawan selaku sutradara mengatakan dirinya sejak awal mau menggarap sinetron ini langsung terpikirkan akan suasana pantai. Sebab dalam filmnya dulu selalu menggunakan setting pesisir pantai Indonesia. Dia mau mempertahankannya dalam sinetron. Setelah mencari sejumlah referensi pantai termasuk Anyer dan Pangandaran, akhirnya ia putuskan Labuan Bajo sebagai lokasi terbaik.

Usai memutuskan lokasi syuting, tantangannya selanjutnya adalah meyakinkan pihak SinemArt agar ide ini diterima. Indriyanto Kurniawan mengungkapkan sejumlah argumentasi agar idenya tersebut dapat diterima.

“Pertama, kita punya cerita yang sangat melegenda. Kedua, ini sebuah karya sastra yang tak tergantikan dari salah satu novel. Ketiga, pemainnya sangat luar biasa. Keempat, yang kita pikirkan adalah production value, mendukung program pemerintah (mempromosikan sektor pariwisata),” terangnya.

Berdasarkan sejumlah argumentasi tersebut, ide untuk syuting sinetron di Labuan Bajo pun diterima sehingga proses syuting dapat dilaksanakan. Menurut penuturannya, ini adalah sinetron pertama yang menjalani syuting di Labuan Bajo. Sementara film dan iklan sudah pernah sebelumnya.

“Sejauh mata memandang pemandangan di sana gak ada yang jelek, masih asri. Cuma masalahnya ada kepulauan yang tidak ada penduduknya,” katanya dalam jumpa pers virtual Rabu (9/5).

Indrayanto Kurniawan juga mengungkapkan, sinetron ini diharapkan selain menyuguhkan tontonan menghibur juga dapat mengedukasi masyarakat dengan mengekspose keindahan alam Labuan Bajo. Dia juga menceritakan momen syuting di sana dengan mengandalkan beristirahat di atas kapal Pinisi di tengah laut selama sekitar satu bulan syuting.

Baca juga: Sibuk Syuting Ikatan Cinta, Surya Saputra Kehilangan Momen Bareng Anak

Meski diangkat dari novel legendaris, bahasa dan gaya para pemainnya ditarik ke zaman sekarang. Dalam sinetron ini, Michelle Ziudith diceritakan berperan sebagai Sisca. Dia berada diantara Helmi (diperankan Caesar Hito) dan Helmi (diperankan Stefan William dalam petualangan cintanya.

“Karakternya sebagai Sisca, benar-benar wanita banget, keibuan. Sampai akhirnya menemukan kisah di Labuan Bajo,” tutur Michelle Ziudith.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore