Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 November 2018 | 22.55 WIB

Dongeng Mistis, Antalogi Film Horor Legenda di Masyarakat Indonesia

Dongen Mistis mengisahkan enam cerita horor yang digarap enam sutradara berbeda. - Image

Dongen Mistis mengisahkan enam cerita horor yang digarap enam sutradara berbeda.

JawaPos.com - Bioskop Indonesia November ini diramaikan satu film horor terbaru berjudul Dongeng Mistis. Berbeda dengan film-film horor lainnya, Dongeng Mistis akan mengisahkan enam cerita horor yang digarap enam sutradara berbeda.


Beberapa nama aktor dan aktris seperti Dea Ananda, Gandhi Fernando, Btari Chinta, Maryam Supraba, Ade Firman Hakim hingga Putri Ayudya dan lainnya akan berhadapan dengan kebudayaan mistis di Indonesia. Ada enam jenis mitologi makhluk halus yang akan muncul di film ini.


Pocong, Lehak, Bajang, Sundel Bolong, Begu Ganjang, dan Genderuwo akan ditampilkan dalam perspektif yang berbeda. Memicu rasa takut yang begitu dekat dan membuat penonton terpaku tanpa jump scared berlebihan.


"Ada apresiasi tambahan untuk budaya-budaya, jadi jangan lihat sebagai film horor biasa tapi ada nilai-nilai budaya juga," ujar Andreas, Sutradara Lehak, saat ditemui di XXI Blok M Square, Kamis, (22/11).


Lehak sendiri merupakan satu dari enam film dalam Dongeng Mistis yang mengangkat kisah dari budaya luhur masyarakat Bali. Selain Lehak, ada juga Sundel Bolong yang berkembang dari cerita masyarakat dengan latar belakang menyedihkan.


"Sosok Sundel Bolong di sini terinspirasi dari latar belakang cerita sundel bolong versi asli dari Suzanna. Cerita mulanya menyedihkan ya (Sundel Bolong), soalnya dia itu kan awalnya pelacur terus insaf karena di ajak laki-laki baik buat nikah. Terus nikahlah dia dan belum malam pertama dia ditinggal melaut. Nggak lama malah di perkosa terus hamil, karena dia merasa bersalah akhirnya mutusin buat bunuh diri," tutur Sutradara Sundel Bolong, Ihsan Fadli.


Dari latar belakang cerita itu akhirnya Ihsan terinspirasi memvisualkan sosok sundel bolong yang penuh dendam lewat film.


"Saya ingin ciptakan nuansa tegang sama merasa di teror. Saya mau nawarin sesuatu yang lain karena kebetulan film Suzana beranak dalam kuburnya Luna Maya menawarkan sesuatu yang mirip ekpektasi penonton dari original Suzana," tukas Ihsan.


Sementara itu, Ade Firman Hakim yang terlibat peran dalam Dongeng Mistis berjudul Bajang. Bersama Putri Ayudya, mereka menyuguhkan sosok hantu yang diangkat dari kisah-kisah aborsi.


"Ini kali kedua saya kerjasama dengan Rene Pictures. Dongeng Mistis ini unik karena per sutradara beragam sekali ceritanya, tapi relate sama kehidupan sehari-hari. Bajang sendiri mengajarkan tanggung jawab mulai dari hal-hal kecil," tutur Ade Firman.


Sementara Putri Ayudya mengungkap bahwa Bajang adalah syuting horor pertamanya sebelum film Kafir. Putri pun mengatakan bahwa senang bisa terlibat dalam Dongeng Mistis.


"Ini sebetulnya film horor pertama saya, cuma rilisnya duluan Kafir. Senang terlibat dengan 6 sutradara muda, rising, dan saya sangat senang bisa di sini," timpal Putri.


Mitologi penuh teror seperti apa yang akan ditampilkan sepanjang film? Film Dongeng Mistis sudah dapat disaksikan mulai tanggal 22 November 2018 di berbagai bioskop Indonesia.

Editor: Novianti Setuningsih
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore