
Avengers, salah satu karakter Marvel Cinematic Universe./WALT DISNEY STUDIOS MOTION PICTURES/MARVEL STUDIOS/COURTESY EVERETT COLLECTION
JawaPos.com - Sejak rilisnya serial WandaVision pada Januari 2021, Marvel Studio secara gencar mengembangkan dan memproduksi serial televisi dari karakter-karakter Marvel Cinematic Universe (MCU).
Namun selama ini Marvel melakukannya dengan metode yang amat berbeda dari model pembuatan serial televisi secara tradisional, yaitu biasanya memiliki episode pilot atau episode pertama yang dibuat untuk mengevaluasi potensi kesuksesan suatu serial televisi.
Sebaliknya, Marvel langsung melakukan syuting untuk seluruh episode serial televisi yang mereka produksi dan menghabiskan lebih dari USD 150 juta atau sekitar Rp 2 triliun.
Marvel juga tidak memiliki showrunner, atau orang yang memiliki otoritas kreatif dan tanggung jawab manajemen secara keseluruhan untuk sebuah program televisi, untuk serial televisi mereka.
Serial televisi produksi Marvel hanya bergantung pada eksekutif produser film untuk menjalankan serial dan melakukannya layaknya produksi film.
Seperti mengandalkan pasca produksi, dan melakukan pengambilan gambar ulang untuk memperbaiki plot atau adegan yang tidak sesuai.
Seiring berjalannya waktu, Marvel membuat perubahan dalam cara mereka membuat serial televisi, tepatnya sejak produksi serial She-Hulk yang membuka mata Marvel untuk mulai merekrut showrunner.
“Kami mencoba memadukan budaya Marvel dengan budaya televisi tradisional,” kata Brad Wunderbaum, kepala streaming, televisi, dan animasi Marvel, dikutip JawaPos.com dari The Hollywood Reporter.
Selain akan merekrut showrunner, Marvel juga akan mulai membuat episode pilot dan merekrut eksekutif produser untuk TV, bukan eksekutif produser film seperti yang dilakukan sebelumnya.
“Kita membutuhkan eksekutif produser yang berdedikasi pada media ini, yang akan fokus pada streaming dan televisi. Karena keduanya merupakan bentuk yang berbeda,” kata Brad.
Marvel juga mengungkapkan bahwa tidak lagi membuat limited series yang hanya memiliki satu season, tapi akan membuat serial televisi dengan banyak season.
Dimulai dengan Loki yang menjadi serial Marvel pertama yang memiliki lebih dari satu season, serial Marvel lain akan mengikuti jejaknya.
Dengan season yang lebih banyak, maka cerita setiap karakter dapat lebih berkembang dan bukan hanya sekedar menjadi jembatan untuk film Marvel selanjutnya, seperti yang terjadi pada serial Marvel selama ini.
Beberapa serial yang sedang disiapkan Marvel, seperti Echo, akan menyajikan cerita yang lebih personal dari karakter yang diangkat.
Echo yang merupakan anti hero tuna rungu akan mengajak penonton mengenal lebih dalam mengenai karakter tersebut, serta beberapa karakter lain, seperti Simon Williams, seorang pahlawan super yang memiliki dua kehidupan sebagai aktor dan stuntman.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
