Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Oktober 2020 | 01.14 WIB

Diprakarsai Sejumlah Promotor Musik, APMI Resmi Didirikan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Diprakarsai oleh sejumlah promotor besar, APMI (Asosiasi Promotor Musik Indonesia) resmi didirikan. Ia dideklarasikan pada hari ini Rabu (28/10), bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Berdasarkan rilis yang diterima JawaPos.com, deklarasi APMI dilakukan sejumlah pentolan dari promotor musik besar tanah air. Mereka adalah Dewi Gontha (Java Jazz Festival, Java Festival Production), Dino Hamid (Berlian Entertainment), Emil Mahyudin (Nada Promotama), David Karto (Synchronize Festival), Darshan Pridhnani (Hype Festival), Donny Junardy (Hammersonic Festival), dan Anas Syahrul Alimi (Prambanan Jazz, Rajawali Indonesia).

APMI didirikan untuk mewadahi promotor-promotor musik yang ada di Indonesia. Mengingat event musik sangat besar hampir setiap hari ada acara musik, di berbagai daerah di Indonesia. APMI diharapkan dapat memajukan eksosistem pertunjukan dan festival musik. Serta diharpkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas karya-karya dari para pelaku industri musik tanah air.

“Kami selaku pendiri sepakat menciptakan visi dan misi yang sama untuk mengembangkan
industri ini melalui program yang dapat menciptakan ide baru, edukasi, networking dan pengembangan lain, guna mempersiapkan pelaku industri agar secara bersama sama dapat berkembang dan bersaing secara internasional” kata Emil Mahyudin, salah satu pendiri APMI yang juga Sekretaris Umum APMI.

APMI kini sudah memiliki badan hukum dan mempunyai empat pilar utama sebagai penopang organisasi. Keempatnya adalah idea, network, education dan innovation.

Idea menjadi fondasi penting APMI karena berkaitan dengan kreativitas dalam sebuah pertunjukan. Network menitikberatkan pada pembentukan dan perawatan jaringan kerja. Mulai dari sponsor, agensi artis, musisi, vendor acara, sampai pekerja lepas sebuah industri yang memiliki ketrampilan khusus. Network juga kaitannya kerja sama dengan pemerintah terkait aturan dan kebijakan yang terkait dengan industri musik.

Baca juga: Konser Dream Theater di Jakarta Akhirnya Ditunda

Education akan fokus pada diskusi dan pembelajaran bagi para promotor supaya mereka dapat membuat sebuah pertujukan atau festival musik sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Atau bahkan membuat acara musik profesional berskala internasional. Innovation juga menjadi pilar penting APMI mengingat event musik sangat dinamis harus terus melakukan terobosan.

Selain itu, APMI juga didirikan untuk mengatasi sejumlah masalah musik. Salah satunya terkait data statistik. Keberadaan sebuah data akurat tentang musik tentu sangat berguna dan dapat dimanfaatkan pemerintah untuk mengambil kebijakan. Pendataan secara statistik sebuah informasi juga bisa dipergunakan pihak-pihak terkait untuk mendorong pergerakan industri.

Dino Hamid, salah satu pendiri sekaligus Ketua APMI memastikan dirinya akan memimpin wadah baru ini sesuai dengan tujuan asosiasi sesuai visi dan misi awal. Dia pun meminta promotor-promotor musik di tanah air bergabung guna mendorong terciptanya ekosistem yang lebih baik.

“Kehadiran APMI sebagai sebuah asosiasi formal promotor musik satu-satunya di Indonesia saat ini menjadi sangat penting, dengan adanya potensi industri pertujunkkan dan festival musik yang cukup besar di negeri ini. Kami ingin mencoba membangun ekosistem yang baik dan sustainable bagi pelakunya,” kata Dino Hamid.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=LS_3HVThbdg&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore