
MULTIFUNGS: Selain sebagai tempat berlatih musik, studio Inferno 178 jadi tempat nongkrong dan ngopi. (PUGUH SUJIATMIKO/JAWA POS)
JawaPos.com - Kalau bukan arek underground Surabaya, pasti mereka yang mencari Inferno 178 akan sulit menemuinya.
’’Bersembunyi’’ di antara kedai kopi, dan pelapak merchandise, studio di Jalan Dharmahusada No 178 itu menjadi kawah candradimuka buat band-band underground Surabaya.
Saat Jawa Pos mengunjunginya Rabu sore (7/10), suasana studio yang berdiri sejak 1997 itu masih lengang.
”Biasanya baru ramai pas malam. Selepas magrib atau isya,” ujar Samir Thalib, pemilik studio Inferno 178. Samir melanjutkan, sejak pandemi Covid-19, band-band yang menyewa studio menyusut drastis. Jika sebelum pandemi per pekan ada 20 band yang latihan, saat ini jumlah itu tinggal separonya.
Nah, peniadaan aktivitas belajar di sekolah turut memukul aspek perekonomian studio. ”Dulu hampir setiap minggu itu ada festival. Jadi, SMP-SMA itu biasa latihan siang-sore hari. Kalau yang dewasa biasanya malem,” papar Samir.
Mengatasi turunnya pemasukan studio, pria kelahiran 6 Februari itu mengaku mencoba menawarkan suasana yang berbeda dalam studionya.
Terutama dari segi visual. Samir mengungkapkan, dulu studio musik hanya akan berfokus pada fungsi. ”Tapi, karena sekarang bisa dibilang eranya Instagram, visual jadi fokus lainnya juga,” kata Samir.
Baca juga:

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
