
Tono Supartono merilis ulang karya musisi legendaris Debby Nasution,
JawaPos.com - Tono Supartono bukan wajah baru di dunia musik. Sejak usia belia dia sudah banyak mengukir prestasi seni. Salah satunya, dia berhasil menembus ajang ajang Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) Prambors pada 1978 silam. Kemudian, lagunya Keagungan Tuhan sukses dibawakan oleh Eddy Silitonga.
"Musik merupakan bagian dari hidup saya yang bahkan sudah mendarah daging sehingga sulit untuk dilepaskan hingga saat ini", kata Tono Supartono, dalam keterangan persnya, Kamis (13/12).
Kedekatan dirinya dengan musisi legendaris Debby Nasution dalam mengarungi perjalanan musik juga telah terjalin sejak lama. Hingga pada satu kesempatan dirinya ditawari mendiang Debby Nasution untuk membawakan lagu Menanti Ajal yang sempat ditolaknya karena dinilai terlalu berat.
"Kami sering bertemu dalam setiap kesempatan, selain berdiskusi soal musik kerap diselingi dengan membicarakan masalah agama. Dari situlah kedekatan personal semakin terjalin erat sampai akhirnya kami membuat karya bersama," ujar Tono.
"Mendiang memberi motivasi serta pemahaman makna lirik lagu tersebut, bahwa mati itu sebuah kepastian, dan kita semua hanya tinggal menunggu waktunya saja, tidak kenal muda atau tua, sehat maupun sakit, maut pasti akan datang," lanjut Tono tentang cerita sahabatnya itu.
Pada akhirnya, Tono mewujudkan ide dengan merilis ulang lagu yang sangat menyentuh kalbu itu. Semua demi janji persahabatannya.
"Saya ingin menepati janji kepada Debby, supaya syiar dari syair lagu ini bisa sampai hingga ke telinga generasi muda. Oleh karena itu, lagu ini saya buat ulang dalam aransemen orkestra, supaya terdengar megah, dengan menggandeng Andi Rianto yang identik sebagai Music Director Magenta Orchestra", jelasnya.
Tono mengaku sangat serius menggarap ulang lagu ini, seraya berharap lagu itu bisa dinikmati oleh mereka yang mengenal sosok almarhum Debby Nasution. Sekaligus untuk generasi muda saat ini, yang belum kenal nama beliau.
"Dalam lagu itu, pada awalnya saya tambahkan narasi yang dibawakan oleh Karbila, anak perempuan Debby, yang berisi cerita tentang doa seorang anak, agar orang tuanya ditempatkan di surga , tuturnya.
Perilisan ulang lagu ini pun dilakukan berbarengan dengan konser Dua Sisi Tribute to Debby Nasution yag dihelat pada Rabu 12 Desember 2018 di Usmar Ismail Hall, PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan.
Dalam konser mengenang dan memperkenalkan sosok Debby Nasution kepada generasi milenial ini, Tono menjelaskan bahwa konser ini digagas dan dibuat oleh Jamaah almarhum Debby Nasution.
Setelah konser 12.12 itu, Tono juga berencana akan merilis beberapa lagu Debby Nasution yang belum pernah didengar publik.
"Lagu-lagu yang sempat tertunda dan masih tersimpan akan saya perkenalkan kepada masyarakat yaitu yang berjudul Preman dan Bilakah, yang aransemennya sudah dibuat oleh almarhum Debby Nasution" tukas Tono.
Almarhum Debby Nasution diketahui sempat bergabung dengan grup rock ternama, God Bless. Rocker yang hijrah jadi ustad itu meninggal dunia karena sakit september lalu.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
