
Adrian Yunan
JawaPos.com - Musisi Adrian Yunan yang selama ini dikenal sebagai bassis grup musik Efek Rumah Kaca, kini merilis album perdana sebagai seorang solois. Sejak 2010, dia terpaksa absen dari panggung Efek Rumah Kaca menyusul kondisi tubuh dan matanya yang terus menurun.
Saat itu, praktis Adrian hanya menghabiskan waktu di rumah saja, sembari terus berobat dengan kondisi kesehatannya yang menyebabkan hilangnya penglihatan secara berangsur-angsur alias buta.
"Saat itu saya merasa amat terpukul. Hingga di titik terendah, saya hanya hidup di atas tempat tidur saja tanpa melakukan apapun," kata Adrian kepada JawaPos.com, Jumat (9/6).
Meski dengan kondisi tersebut, Adrian tidak mau kalah dengan keadaan. Semangatnya bangkit terbangun dari sebuah mimpi yang akhirnya menjadi titik baliknya untuk bangkit. "Saat bangun saya jadi terpikir, apakah saya mau melanjutkan hidup sebagai orang yang kalah atau yang menang," jelasnya.
Menulis lagu telah menjadi kegiatan rutin Adrian sejak SMA, bahkan sebelum Efek Rumah Kaca terbentuk. Namun apa yang dia tulis di tengah kondisinya saat itu pada prosesnya menjadi terapi tersendiri bagi dirinya.
Sejak momen tersebut, lagu demi lagu terus ditulis tanpa terpikir untuk direkam atau tidak. Beberapa lagu yang dibuat di periode tersebut ada yang akhirnya masuk di album ketiga Efek Rumah Kaca, Sinestesia.
Banyak lagu Adrian tidak jelas nasibnya. Hingga sampai suatu hari, vokalis Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud melempar ide untuknya mengumpulkan materi-materi lagunya tersebut agar dibuat album solo. Ide Cholil pun disambut Adrian yang langsung bersemangat memilah lagu-lagu yang akan direkam.
Mengambil tajuk Sintas yang memiliki arti bertahan hidup dalam kondisi yang tidak diinginkan, album ini menjadi bukti bagaimana Adrian menyikapi kekurangannya lalu beradaptasi dan bertahan hidup hingga keluar menjadi seorang penyintas.
Dalam album ini, Adrian menyajikan lirik-lirik kontemplatif dan penyemangat diri yang ada di lagu Mikrofon, Lari, Komedi Situasi, atau Tak Ada Histeria. Bahkan Adrian juga menulis lagu khusus didedikasikan untuk sesama teman-teman Difabel pada lagu Ruang Yang Sama.
Selain berisi lirik-lirik kontemplatif, album Sintas juga menampilkan lagu-lagu yang terinspirasi dari interaksi sehari-harinya dengan istri dan anaknya di rumahnya. Seperti keinginan untuk jalan-jalan ke pantai berdua bersama istri pada Terminal Laut. Serta saat tanpa sengaja Adrian menginjak mainan anaknya hingga rusak menjadi lagu berjudul Mainan.
Secara keseluruhan, album Sintas mengandung harapan bahwa semua kesulitan pasti akan ada jalan keluarnya. “Dari awal saya baru memulai kembali menulis lagu saat jatuh sakit, saya yakin suatu saat semua ini akan lewat dan akan menjadi sesuatu yang baik. Akhirnya terbukti dengan dirilisnya album Sintas, ada hikmah positif di balik semua ini," ucap Adrian.
CD album Sintas telah bisa didapatkan di sejumlah toko musik sejak awal Juni 2017. (ded/JPG)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
