Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 Februari 2017 | 22.56 WIB

Dovizioso Belum Puas dengan Kinerja Desmosedici GP17

Andrea Dovizioso menilai kinerja Desmosedici GP17 masih belum maksimal dan kompetitif. - Image

Andrea Dovizioso menilai kinerja Desmosedici GP17 masih belum maksimal dan kompetitif.

JawaPos.com - Pembalap Ducati, Andrea Dovizioso, mengaku belum puas dengan performa Desmosedici GP17 hingga tes pramusim di Sirkuit Pihllip Island, Australia. Menuruntnya, mesin baru yang digebernya belum cukup kompetitif untuk menyambut balapan MotoGP 2017.


Dovizioso mengakhiri tes hari terakhir di posisi ketujuh, atau lebih lambat 0,699 detik dari Maverick Vinales yang tampil sebagai pembalap tercepat. Sementara, rekan setim Dovizioso, Jorge Lorenzo, berada di posisi kedelapan.


Meski gembira bahwa Desmosedici GP17 membuat langkah kemajuan dibandingkan edisi tahun lalu, Dovizioso menganggap itu belum cukup untuk bisa bersaing merebut kemenangan di setiap lintasan berbeda selama musim ini.


“Jika Anda melihat hasil tes dan membuat perbandingan dengan tahun lalu, kami dalam situasi yang jauh lebih baik. Saya kompetitif di Malaysia, dan di Phillip Island, salah satu sirkuit terburuk saya. Kami telah sedikit meningkat dari tahun lalu. Kami cukup cepat. Tapi di sisi lain, kami masih tidak cukup memperbaiki titik negatif,” tuturnya dilansir Motorsport.


“Jadi, saya tidak senang jika melihat peluang untuk menjadi kompetitif di setiap trek. Kami telah melakukan pekerjaan hebat, tapi itu tidak cukup,” imbuh pembalap asal Italia tersebut.


Ditanya apakah Ducati bakal menghadirkan perubahan signifikan pada tes pramusim terakhir di Sirkuit Losail, Qatar, Dovizioso tak yakin. “Sulit untuk punya material baru di Qatar. Tidak mungkin untuk membawa sesuatu dalam dua minggu. Kami harus memahami apa yang harus kami lakukan untuk memperbaiki ketika menikung," urainya.


Dovizioso pun memberi masukan terkait kinerja Desmosedici GP17. Ducati bisa kompetitif jika mampu mengatasi kelemahan dalam menikung, sesuatu yang dia rasakan telah meningkat sejak tak lagi menggunakan winglet.


“Ketika Anda balapan, grip berkurang dan menikung membuat efek besar.  Kami bisa sangat kuat di banyak area, tapi jika menikung lebih buruk daripada kompetitor, dengan level kami sekarang bersama motor dan pembalap, sulit untuk mengatakan seperti itu. Jika kami mengatasi kelemahan, segalanya bisa berubah,” tandasnya. (ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore