
LANGSUNG MELESAT: Bintang baru Suzuki Ecstar Andrea Iannone menjadi yang tercepat pada tes pramusim hari kedua MotoGP 2017 di Sirkuit Sepang, Malaysia.
JawaPos.com- Saat musim balap MotoGP dimulai, kita mengharapkan terjadinya kejutan demi kejutan untuk menambah tensi kompetisi. Pamrih itu sedikit banyak dialamatkan kepada para rookie yang sebelumnya merupakan rider-rider terbaik di kelasnya.
Musim lalu terjadi fenomena menarik. Ada sembilan kampiun dalam sembilan seri yang berbeda. Hal itu bisa menjadi harapan sekaligus beban bagi mereka.
Terdapat empat rookie yang bakal melakoni musim perdananya di kelas premium. Mereka adalah Johann Zarco dan Jonas Folger yang membela Yamaha-Tech3, Sam Lowes (Aprilia), serta Alex Rins (Suzuki-Ecstar). Zarco merupakan juara dua tahun beruntun di kelas 600 cc. Tiga rookie yang lain adalah rival-rival terberat Zarco dalam berebut podium teratas musim lalu.
Tentu empat rookie itu tidak akan sesering dulu berduel head-to-head memperebutkan juara. Musuh mereka adalah rider-rider terbaik yang punya jam terbang dan juga mental membalap di kelas terbaik. Jika mereka mampu sesekali merebut podium atau bahkan mencuri kemenangan, rasanya musim balap 2017 bakal semakin seru.
Di antara empat rookie itu, dua membalap untuk tim pabrikan dan dua lagi di tim satelit. Di atas kertas, Rins punya peluang lebih besar untuk bertarung berebut podium. Tahun lalu Maverick Vinales bahkan sukses menjadi juara GP Inggris plus tiga podium. Sebuah benchmark tinggi yang bisa menjadi beban Rins.
Rins menyatakan beruntung bisa menjadi rekan setim Andrea Iannone di Suzuki. Menurut dia, rider Italia itu bisa menjadi mentornya. Di dalam garasi, keduanya juga berbagi data untuk mendapat setingan motor terbaik. Iannone menjadi pembalap tercepat pada hari kedua dengan catatan 1 menit 59,452 detik. Dia berselisih 0,407 dari bintang baru Yamaha Maverick Vinales yang berada di posisi kedua.
Rins yakin musim pertamanya tidak akan mudah. Sebab, di sini berkumpul rider-rider tercepat dunia. Bahkan, hingga uji coba pada hari kedua kemarin di Sepang, rider 21 tahun tersebut mengaku masih terus beradaptasi dengan GSX-RR miliknya. ’’Jam terbang dan pengalaman sangat dibutuhkan untuk menjadi rider cepat. Aku ingin belajar secara cepat dan berharap bisa segera bersaing,’’ ujar rider yang kemarin finis ke-13 di daftar pembalap tercepat itu.
Sementara itu, kecil peluang Sam Lowes, meski membalap untuk tim pabrikan, bisa bertarung di depan. Sebab, Aprilia masih dalam proses mengejar ketertinggalan dari pabrikan lain. Bahkan, dari tim satelit sekalipun. Konsisten finis di papan tengah saja sudah bagus. Aprilia juga merupakan tim kecil yang hanya memiliki tujuh mekanik. Tentu sulit jika harus bertarung dengan tim-tim dengan sumber daya besar.
Di sisi lain, berstatus pembalap satelit tidak berarti kecil peluang Zarco dan Folger bersaing di depan. Ingat, tahun lalu dua pembalap satelit berhasil merebut juara seri. Keduanya adalah Cal Crutchlow (LCR-Honda) dan Jack Miller (Marc VDS-Honda). Bahkan, Crutchlow dua kali menang.
Biasanya peningkatan prestasi tim satelit akan berbanding lurus dengan kesuksesan skuad pabrikan. Musim lalu Honda secara berkala membawa upgrade yang mampu mendongkrak performanya. Sementara itu, Yamaha terkesan stagnan pada paro kedua musim.
Jika melihat hasil uji coba di Sepang hingga hari kedua kemarin, tanpaknya Yamaha akan memulai musim 2017 lebih baik ketimbang Honda. Zarco yang menggeber M-1 generasi terbaru sukses menjadi yang tercepat pada sesi sore.
Zarco dikenal sebagai rider yang punya determinasi tinggi. Cepat beradaptasi dan mau belajar untuk menjadi yang terbaik. Rider Prancis itu satu-satunya pembalap yang memenangi gelar MotoGP dua kali back-to-back. Selasa (31/1) catatan waktunya pada pukul 16.05 adalah 2 menit 0,540 detik. Lebih cepat dari Vinales yang menempati posisi kedua dengan selisih 0,106 detik sebelum akhirnya tergeser ke posisi kelima. Meski demikian, dia tetap menjadi rookie tercepat.
Zarco juga dikenal sebagai pembalap yang memiliki gaya selebrasi unik. Setiap menang, dia melakukan backflip di sisi sirkuit. Para fans MotoGP pasti akan lebih terhibur jika Zarco bisa melakukan backflip dalam musim debutnya di MotoGP. Setidaknya jika dia finis di podium.
Ditemui setelah uji coba, Zarco menyatakan masih harus banyak beradaptasi dengan motor MotoGP. Terutama untuk mengejar race pace. ’’Aku sudah mampu mencatatkan waktu lap yang bagus. Tetapi, balapan kan 20 lap. Jadi, aku harus bisa menemukan pace-ku selama 20-an lap itu,’’ ucapnya.
Untuk itu, Zarco berencana melakukan simulasi balap hari ini. Dia menyatakan, 15 lap secara beruntun cukup untuk mengetahui konsistensi dirinya dalam balapan. Hingga kini, dia mengaku belum pernah melakukan simulasi balapan sejak naik kelas ke MotoGP.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
