
Pecco Bagnaia. (Crash)
JawaPos.com – Juara dunia dua kali MotoGP, Pecco Bagnaia, menilai musim 2025 yang tengah dijalaninya hanya layak diberi skor 6 dari 10.
Dilansir dari laman GP One pada Jumat (18/7), pembalap tim Ducati Lenovo tersebut mengakui bahwa performanya sepanjang 11 seri awal belum sesuai harapan, meski menunjukkan perbaikan dalam beberapa putaran terakhir.
Bagnaia saat ini berada di posisi ketiga klasemen sementara, tertinggal 147 poin dari rekan setimnya, Marc Marquez, yang memimpin kejuaraan.
Meski demikian, Bagnaia mengaku bahwa evaluasi dirinya lebih didasarkan pada tiga seri terakhir dibandingkan performa sepanjang musim.
“Saya tidak membandingkan musim ini dengan tahun lalu karena tidak ada gunanya,” ungkap Bagnaia seperti dikutip pada GP One.
Bagnaia juga menilai bahwa terus membandingkan performa 2025 dengan musim juaranya di 2024 hanya akan membingungkan tim mekanik dan menghambat proses perbaikan.
Bagnaia menyebut bahwa pendekatan baru dengan lebih banyak mengandalkan analisis data dan komunikasi yang jujur dengan tim telah membantunya mulai menemukan rasa percaya diri di atas motor Ducati GP25.
Hal tersebut terbukti dari kemajuan performa dalam tiga balapan terakhir sebelum jeda musim panas.
“Tiga GP terakhir saya cukup puas dengan pekerjaan saya dan tim. Kami mulai membuat kemajuan yang berarti,” tambah Bagnaia.
Bagnaia juga mengakui bahwa dalam beberapa situasi, ia terlalu tegang, dan kini mencoba lebih santai untuk memahami masalah teknis secara menyeluruh.
Saat ditanya apakah musim 2025 sesuai dengan ekspektasinya setelah tes pramusim di Malaysia, Bagnaia menjawab tidak.
Menurutnya, sensasi motor saat tes sangat positif, tetapi mulai bermasalah sejak balapan di Thailand. Ia merasa dua pembalap lain langsung lebih kompetitif sejak awal musim.
Bagnaia menutup dengan menegaskan bahwa meski musim sejauh ini berat, ia belum kehilangan semangat.
Bagnaia percaya dengan kerja keras dan pendekatan baru, dirinya bisa bangkit di paruh kedua musim dan kembali menjadi penantang utama gelar juara dunia. (*)

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
