
Marc Marquez (Dok. Instagram @marcmarquez93)
JawaPos.com - Ducati telah berhasil menyamai rekor 22 kemenangan beruntun milik Honda setelah menang di Sirkuit Jerez, Minggu (27/4). Namun, capaian itu diraih bukan melalui pembalap utama Marc Marquez, melainkan sang adik Alex Marquez.
Marc justru harus terjatuh pada lap ketiga. Itu jadi kecelakaan kedua bagi Marc dalam lima balapan yang sudah dilalui musim ini. "Marc luar biasa, dia membalap dengan sangat baik. Sesekali dia membuat beberapa kesalahan kecil karena terlalu percaya diri,” kata CEO Ducati Claudio Domenicali menilai penampilan Marc kepada GPone.
Sejak pindah ke tim pabrikan Ducati musim ini, Marc memang menunjukkan performa luar biasa. Pembalap 32 tahun itu menyapu bersih lima sesi sprint dan telah memenangi tiga balapan utama. Dia hanya dua kali gagal menang, yakni saat terjatuh di Austin dan Jerez.
Hasil itu seolah menunjukkan jika lawan terbesar bagi Marc ada pada dirinya sendiri. Jika berhasil terhindar dari kecelakaan, dia hampir dipastikan berada dalam barisan terdepan. Namun, jika masih terus terjatuh, bukan tidak mungkin gelar musim ini akan melayang.
Marc pun sadar betul konsekuensi dari kesalahan yang dia buat. Dia bisa mengulangi kegagalan Francesco ‘Pecco’ Bagnaia musim lalu. Meski berhasil memenangi total 18 balapan (sprint dan race), pembalap Ducati itu harus merelakan gelar setelah mengalami kecelakaan dalam tujuh balapan lain. Di akhir musim, Pecco hanya terpaut sepuluh poin dari Jorge Martin.
“Musim ini saya berusaha untuk tetap tenang, tetapi saya sudah membuat dua kesalahan dalam balapan. Faktanya, jika saya ingin memperjuangkan gelar, saya tidak boleh membuat kesalahan seperti itu," tegas Marc dikutip dari GPone.
Kini, Marc masih mencari apa penyebab dia terjatuh. “Ini adalah tahun di mana saya paling jarang mengalami kecelakaan, tapi kami masih harus mencoba memahami apa yang terjadi, terutama karakter motor ini,” kata Marc.
“Ducati tampil baik, tetapi jika kami mengincar gelar, kami harus belajar dan menemukan penyebab kesalahan.”

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
